Maba Wajib Tahu! Apa Itu SKS? Pengertian dan Cara Menghitungnya

Ilustrasi SKS mahasiswa
Ilustrasi SKS mahasiswa

AYOJAKARTA.COM - Bagi kamu yang masih berada di tingkat SMA, istilah SKS mungkin masih terdengar asing.

Namun setelah berada di perguruan tinggi, kamu akan sering mendengar istilah seperti SKS, KRS, IPS, IPK, KTM dan masih banyak lagi.

Mari kita belajar bersama tentang SKS dan KRS.

Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini dikutip ayojakarta.com dari brainacademy.id pada Rabu (16/8/2023):

Baca Juga: Rata-Rata Gaji Fresh Graduate Lulusan Universitas Indonesia (UI), Paling Tinggi Dua Digit dari Fakultas Ini

Apa Itu SKS?

Selain sering diminta tentang IPK atau IPS dalam satu semester, mahasiswa juga sering bertanya satu sama lain berapa banyak SKS yang diambil dalam satu semester.

Secara sederhana, SKS adalah satuan beban studi yang diterapkan pada setiap mata kuliah.

Setiap mata kuliah memiliki bobot SKS yang berbeda.

Semakin tinggi bobot SKS, semakin berat beban mata kuliah tersebut.

Bobot SKS berbeda-beda untuk setiap mata kuliah.

Baca Juga: 10 Jurusan Kuliah yang Banyak Diminati di UIN BANDUNG 2023, Bagaimana dengan Prospek Kerjanya?

Misalnya, mata kuliah Teori Komunikasi memiliki bobot 3 SKS, sementara Skripsi memiliki bobot 6 SKS.

Bobot SKS juga menentukan lamanya waktu belajar.

Satu SKS setara dengan satu jam atau 50 menit waktu belajar tatap muka (termasuk waktu istirahat).

Jika sebuah mata kuliah memiliki bobot 2 SKS, maka kamu akan belajar selama 2 x 50 menit dalam satu minggu.

Setiap jenjang pendidikan di perguruan tinggi memiliki standar jumlah SKS yang harus dicapai untuk lulus.

Baca Juga: Pinjol dengan Skema Cicilan Panjang, Flexi Cash Jenius Bisa Dibayar Hingga 60 Bulan

Misalnya, jenjang Diploma (D3) membutuhkan 108 SKS, jenjang S1 membutuhkan 144 SKS, S2 membutuhkan 72 SKS dan S3 memerlukan total 72 SKS.

Dalam satu semester, jumlah SKS yang bisa diambil maksimal adalah 24 SKS.

Jumlah ini juga bergantung pada IPK atau IPS mu.

Jika IPK pada semester 1 adalah 3,5, tetapi turun menjadi 2,75 pada semester 2, maka jumlah SKS yang bisa diambil akan berbeda.

Dengan demikian, jumlah SKS tiap semester akan bervariasi.

Baca Juga: Cara Gampang Ubah Nomor WhatsApp Jadi Link, Bisa Ditautkan di Profil Sosmed dan Cocok untuk Online Shop

Beberapa kampus menerapkan SKS dalam bentuk paket sehingga tidak ada perbedaan jumlah beban studi antara mahasiswa.

Namun, jika jumlahnya masih di bawah 24 SKS dan kamu memenuhi syarat untuk menambah SKS, kamu bisa melakukannya.

Misalnya pada semester 3, kamu memiliki beban SKS sebanyak 20 dan ingin menambah 2 atau 4 SKS lagi.

Hal ini dapat dilakukan saat menyusun KRS (Kartu Rencana Studi).

Kamu juga dapat berkonsultasi dengan wali dosen untuk mendapatkan saran yang terbaik.

Baca Juga: Cara Hapus Data KTP di Pinjol Tanpa Harus Ganti Kartu SIM, Dijamin Ampuh!

Bagaimana Cara Menghitung SKS?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, semakin tinggi bobot SKS, semakin lama durasi kegiatan belajar mengajar.

Pada awalnya, perhitungan SKS hanya berdasarkan waktu, tetapi Kemendikbud telah mengubah perhitungan SKS setelah diterapkannya kebijakan MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka).

Sekarang, SKS tidak hanya dihitung berdasarkan waktu di dalam kelas, melainkan juga melibatkan kegiatan pembelajaran di luar kelas.

Ini mencakup kegiatan seperti magang Kampus Merdeka yang dapat diubah menjadi SKS.

Baca Juga: Cara Mudah Ubah Tampilan WhatsApp Android Jadi Seperti iPhone Tanpa Aplikasi Tambahan, Sudah Tahu Belum?

Perbedaan antara SKS dan KRS

Meskipun SKS dan KRS sering kali dianggap sama atau tertukar, keduanya memiliki perbedaan yang jelas.

Selain dari panjang singkatan yakni SKS adalah Satuan Kredit Semester sementara KRS adalah Kartu Rencana Studi.

Tetapi, perbedaannya lebih dari itu. Berikut penjelasan lengkapnya:

Baca Juga: 18 Agustus Hari Kejepit, Apakah Jumat-Sabtu Libur? Simak Informasinya di Sini

KRS atau Kartu Rencana Studi adalah daftar mata kuliah yang akan diambil oleh mahasiswa selama satu semester perkuliahan.

Sebelum memasuki semester baru, mahasiswa perlu menyusun KRS terlebih dahulu.

Mata kuliah yang dapat diambil tergantung pada jurusan dan kebijakan kampus.

Dalam KRS, kamu dapat melihat daftar mata kuliah beserta jumlah SKS-nya.

Mata kuliah dapat memiliki bobot SKS 2, 3, 4, atau 6.

Selain itu, KRS juga mencakup informasi seperti nama mahasiswa, nomor induk mahasiswa, nama dosen, ruang kelas serta jadwal hari dan jam mata kuliah.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# KTM
# SKS
# IPK
# KRS
# Pengertian
# IPS
# Maba
# Perbedaan
# SMA

News Update

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.