AYOJAKARTA.COM - Berikut penjelasan mengenai potong kuku dan rambut jelang Idul Adha.
Lantas bagaimana hukumnya jika sudah terlanjur potong kuku dan rambut jelang Idul Adha?
Simak penjelasan Ustaz Abdul Somad di bawah ini terkait seseorang yang sudah terlanjur potong kuku dan rambut jelang Idul Adha.
Baca Juga: Spesial Idul Adha, Dinkes DKI Layani Booster 1.000 Dosis / Hari di JIS
Seperti dilansir AyoJakarta.com dari AyoBandung.com dengan judul "Terlanjur Potong Kuku dan Rambut Jelang Idul Adha 2022, Ini Kata Ustadz Abdul Somad."
Tinggal menghitung ahri, umat muslim akan memasuki bulan Dzulhijjah 1443 dan merayakan Hari Raya Idul Adha 2022.
Pemerintah sendiri telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 2022 akan jatuh pada 10 Juli 2022.
Kali ini, Ustaz Abdul Somad menjelaskan terkait larangan memotong kuku dan rambut di seluruh tubuh pada awal Dzulhijjah dan menjelang Hari Raya Idul Adha 2022.
Baca Juga: Inilah 7 Hikmah Kurban di Hari Raya Idul Adha Bagi Umat Islam yang Wajib DIketahui
Larangan ini termasuk amalan sunnah di bulan Dzulhijjah bagi yang berkurban, dan diberlakukan untuk jangka waktu tertentu.
Kapan larangan tersebut berlaku dan untuk berapa lama?
Lalu pahala apa yang diperoleh dari amalan sunnah ini bagi yang menjalankan ibadah kurban.
Baca Juga: Hore! BSU 2022 Cair Sebelum Idul Adha, Presiden Jokowi Langsung Perintahkan Kemnaker
Diketahui, larangan mencukur rambut dan memotong kuku bagi orang yang berkurban ini disampaikan langsung oleh Rasulullah SAW.
“Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijjah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban.” (HR. Muslim no. 1977)
Dikutip dari kanal YouTube Islam Indonesia pada 27 November 2017, Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa hukum larangan memotong kuku dan rambut adalah sunnah.
Baca Juga: Dapat Angin Segar, Benarkah BSU 2022 Cair Sebelum Idul Adha? Ini Kode dari Menaker
"Hukumnya itu sunnah. Bukan rukun, bukan syarat bukan wajib," kata Ustaz Abdul Somad.
Ketentuan melaksanakan amalan sunnah ini, hanya berlaku bagi seseorang yang sudah berkeinginan atau niat kurban, dan telah memiliki uang untuk membeli hewan kurban.
Jadi, bagi keluarga orang yang akan melakukan ibadah kurban, larangan ini tidak berlaku.
Baca Juga: Ingin Mudik Hari Raya, Cek Yuk Tanggal Cuti Bersama Idul Adha!
Namun demikian, Ustaz Abdul Somad mengatakan, bagi orang yang punya niat berkurban namun tak melaksanakan larangan tersebut, maka kurbannya tetap sah.
"Tapi bagi orang kurban ada yang potong kuku, kurbannya tetap sah. Karena hukumnya sunnah bukan wajib," tambahnya.
Akan tetapi, Ustaz Abdul Somad menyarankan untuk mengikuti larangan tersebut karena memberikan faedah yang baik.
"Ini terapi dari Nabi Saw. Laksanakan, baik,"pungkas dia.
Demikian penjelasan Ustaz Abdul Somad terkait larangan potong kuku dan rambut di awal Dzulhijjah sebelum Idul Adha 2022. Semoga bermanfaat.***

Share this article
Begaimana hukumnya jika kita sudah terlanjur potong kuku dan rambut jelang Idul Adha? berikut penjelasan Ustaz Abdul Somad.