AYOJAKARTA.COM - Simak penjelasan mengenai daftar amalan yang dianjurkan saat Hari Tasyrik di artikel ini.
Hari Tasyrik merupakan hari-hari setelah Hari Raya Idul Adha.
Biasanya jatuh pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.
Hari Tasyrik disebut juga sebagai hari bersukacita atau makan-makan.
Lantas amalan apa saja yang dianjurkan saat Hari Tasyrik?
Simak penjelasan lengkapnya seperti dikutip AyoJakarta.com dari AyoIndonesia.com dengan judul Hal yang Boleh dan Tidak Dilakukan saat Hari Tasyrik usai Idul Adha 2022.
Mengapa dinamakan tasyrik? Karena di antara tiga hari ini daging-daging masih dipanaskan di bawah terik matahari.
Pada hari tasyrik ini, jamaah yang menunaikan ibadah haji sedang berada di Mina untuk melempar jumrah.
Sedangkan untuk yang tidak sedang berhaji, pada hari tasyrik ini tidak diperbolehkan untuk berpuasa.
Karena tersisa dua hari lagi, berikut amalan-amalan hari tasyrik yang wajib diketahui umat Muslim.
Baca Juga: Bolehkah Melakukan Hubungan Suami Istri di Hari Tasyrik? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini!
Amalan hari tasyrik
1. Menyembelih hewan kurban
Menyembelih hewan kurban merupakan amalan sunnah bagi umat muslim yang mampu. Dilakukan setelah melaksanakan sholat Idul Adha.
2. Menikmati makanan dan minuman
Pada hari tasyrik ini umat muslim diwajibkan untuk menikmati makanan dan minuman karena bentuk syukur atas nikmat Allah SWT.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya:
“Hari-hari tasyrik adalah hari menikmati makanan dan minuman,”
Karena hari tasyrik merupakan hari makan dan minum, maka diharamkan untuk berpuasa.
Dari riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah mengutus Abdullah bin Hudzaifah untuk mengelilingi Kota Mina dan menyampaikan,
“Janganlah kamu berpuasa pada hari ini (tasyrik) karena ia merupakan hari makan, minum, dan berdzikir pada Allah.”
3. Perbanyak zikir dan takbir
Perbanyak zikir dan takbir pada hari tasyrik bersumber dari Al-Qur'an dan hadist Nabi Muhammad SAW.
Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman:
Dan berdzikirlah dengan menyebut nama Allah pada hari yang berbilang. (QS. Al baqarah: 203)
Ibnu Abbas mengatakan, yang dimaksud dengan hari-hari yang berbilang ialah hari-hari tasyrik (menjemur dendeng); juga dikenal dengan sebutan hari-hari yang telah diketahui, yaitu hari belasan.
Zikir merupakan amalan ringan yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Zikir sebagai cara manusia untuk selalu mengingat Allah SWT.
Saat hari tasyrik, zikir dilantunkan pada saat takbiran, membaca tasmiyah (bismillah, dan takbir saat memotong hewan kurban.
Dalam hadis Rasulullah SAW bersabda:
“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah,” (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i)
Baca Juga: Bagaimana Hukum Menikahi Saudara Kandung dalam Islam? Begini Penjelasan Para Ulama
4. Baca doa Sapu Jagat
Amalan lainnya yang bisa dilakukan saat hari tasyrik yaitu membaca doa sapu jagat.
Imam Syafii mengatakan dari Abdullah ibnus Saib, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW mengucapkan doa berikut di antara rukun Bani Jumah dan rukun Aswad, yaitu: Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.
Oleh karena itu perbanyaklah doa di hari tasyrik karena setiap doa dan permohonan ampun akan dikabulkan Allah.
Terutama doa yang dapat dipanjatkan adalah doa sapu jagat untuk memohon keselamatan dunia dan akhirat.
Berikut bacaan doa sapu jagat:
Rabbana, atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqina adzaban naar.
Artinya: “Ya Allah, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Dan jagalah kami dari siksa api neraka.”
Itulah arti hari tasyrik dan juga amalan yang boleh dilakukan tiga hari setelah Idul Adha. Semoga bermanfaat***Annisa Nur Fadillah (AyoIndonesia.com)

Share this article
Berikut empat amalan yang dianjurkan saat Hari Tasyrik setelah Hari Raya Idul Adha. Di antaranya memperbanyak zikir dan takbir.