AYOJAKARTA.COM - Sebagai ciptaan Allah sudah tentu kewajiban umat Islam adalah taat kepada-Nya.
Wujud ketaatan yang bisa dilakukan sebagai hamba juga bermacam-macam.
Tindakan yang paling umum adalah dengan menjauhi segala larangan-Nya dan menjalankan segala perintah-Nya.
Baca Juga: Istri Kelima Soekarno Keceplosan Soal Rencana Saat Peristiwa G30S PKI : Bapak Juga Ada Disini
Kyai Haji Muhammad Najih Maimoen Zubair memberikan contoh yang lebih spesifik mengenai wujud ketaatan kepada Allah.
Sosok Muhammad Najih Maimoen Zubair sendiri merupakan putra dari kyai kenamaan Maimoen Zubair atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Moen.
Seperti yang diketahui Mbah Moen merupakan sosok kyai yang sangat disegani oleh para jemaahnya.
Baca Juga: Cara Agar WhatsApp Terlihat Offline, Mudah Banget Tanpa Ketahuan Online di WA
Sang putra yakni Muhammad Najih Maimoen Zubair ternyata juga mengikuti jejak sang ayah yakni Mbah Moen.
Dikutip dari akun Instagram Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Anwar yang didirikan Mbah Moen, KH Muhammad Najih Maimoen Zubair menjelaskan tentang salah satu cara yang bisa mewujudkan ketaatan terhadap Allah.
Hal tersebut salah satunya bisa dilakukan dengan bertawasul.
“Yaaayyuhalladziinaa a amanu ittaqullaha wabtaghuu ilaihil wasilah,“ ujarnya di akun @ppalanwarsarang pada 18 September 2022.
Taqullah sendiri memiliki arti takut kepada Allah.
Muhammad Najih Maimoen Zubair mengartikan bahwa hal itu berarti sebagai manusia hendaknya menjauhi kufur dan menjauhi perbuatan dosa.
“Itu berarti menjauhi kufur dan menjauhi dosa,” tutur putra dari Mbah Moen tersebut.
Wabtaghuu ilaihil wasilah memiliki arti memperbanyak ibadah kepada Allah.
Kemudian salah satu wujud yang bisa dilakukan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah dengan cara mencari pendekatan kepada Allah.
Pendekatan yang dimaksud dalam hal ini yaitu taat kepada Allah.
Salah satu contohnya bisa dengan melakukan kegiatan ziarah.
Ziarah sendiri biasanya memiliki tujuan untuk mengingatkan diri, meneguhkan iman atau menyucikan diri.
"Termasuk juga ziarah kepada baginda Nabi, ziarah kepada para ulama dan para auliya’, ziarah kepada sahabat Nabi, itu pendekatan juga kepada Allah” tutur kyai Muhammad Najih Maimoen Zubair.
Dari penjelasan kyai Najih tersebut bahwa ziarah ternyata juga merupakan salah satu wujud dari tawasul.
“Setelah kamu ziarah atau setelah kamu menghadiahkan bacaan-bacaan kepada orang-orang sholeh kamu bertawasul,” ungkap pengasuh Ponpes Al-Anwar tersebut.
Lebih lanjut Najih Maimoen Zubair menambahkan, “Tawassul dengan orang sholeh juga dengan bacaanmu.”
Kyai yang merupakan putra kedua dari almarhum Mbah Moen tersebut juga mengungkapkan bahwa bacaan saat bertawasul bisa menjadi wasilah.
Baca Juga: BSU 2022 Kapan Cair: Yang Belum Dapat Tahap 1, Tahap 2 dan Tahap 3, Tenang Penerima 14.639.675 Orang
“Bacaanmu itu digunakan untuk wasilah,” ujarnya.
“Berdoa kepada Allah, sebagai perantara untuk meminta kepada Allah,” pungkas kyai Najih. ***

Share this article
Anak Mbah Moen, Kyai Haji Muhammad Najih Maimoen Zubair memberikan contoh yang lebih spesifik mengenai wujud ketaatan kepada Allah.