AYOJAKARTA.COM - Sebentar lagi umat muslim di Indonesia akan memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.
Peringatan Maulid Nabi 1444 H akan berlangsung pada Sabtu (8/10/2022) esok.
Maulid Nabi merupakan perayaan yang ditunggu oleh umat muslim tanah air.
Ini merupakan momentum penting bagi umat muslim.
Kini Maulid Nabi sudah menajdi bagian dari tradisi umat muslim yang tak bisa lepas dari budaya Indonesia.
Merayakan Maulid Nabi merupakan sebuah bentuk dari cinta dan rindunya umat muslim pada Rasulullah.
Serta untuk menyukuri kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Ingin Terhindar dari Penyakit dan Kesialan? Kata Mbah Moen Cukup dengan 19 Huruf Ini!
Dalam praktiknya, ternyata ada beberapa cara untuk memperingati Maulid Nabi.
Dikutip AyoJakarta.com dari NU Online pada Jumat (7/10/2022), terdapat empat cara untuk memperingati Maulid Nabi.
Empat cara memperingati Maulid Nabi dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani.
Perayaan Maulid Nabi terdapat dalam Surah Yunus ayat 58.
Ayat tersebut memiliki arti:
“Katakanlah Muhammad, dengan anugerah Allah dan rahmat-Nya maka hanya dengan itu berbahagialah orang-orang yang beriman. Hal itu (anugerah dan rahmat-Nya) lebih baik daripada harta dunia yang mereka kumpulkan."
Anugerah Allah dalam ayat tersebut berdasarkan tafsir Ibnu Abbas RA adalah ilmu.
Kemudian maksud dari rahmat-Nya adalah Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Ingin Hajat Terkabul? Baca Wirid Dahsyat Syekh Ali Jaber Ini Saat Tengah Malam!
Kemudian Imam as-Suyuthi meriwayatkan sebuah firman Allah dalam surah Al-Anbiya ayat 107 yang berbunyi:
“Abus Syekh meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra berkaitan ayat 58 surat Yunus, ia berkata: ‘Anugerah Allah adalah ilmu dan rahmat-Nya adalah Nabi Muhammad saw. Allah ta’âlâ berfirman: ‘Dan tidaklah Aku mengutusmu Muhammad kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta."
Berdasarkan firman Allah yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani yang dikutip oleh Imam as-Suyuthi dalam kitab al-Hawi lil Fatawi, terdapat empat cara untuk memperingati Maulid Nabi.
Untuk memperingati Maulid Nabi, dapat melakukan empat cara di antaranya membaca Al-Qur’an, memberi makan orang, sedekah, dan mengungkapkan pujian kepada Nabi.
Baca Juga: Begini Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad Menurut Petinggi Muhammadiyah
Jika ingin mengekspresikan kebahagiaan atas Maulid Nabi, dapat dengan mendengarkan lagu-lagu, gurauan sekadarnya selama hal tersebut diperbolehkan dalam agama.
Mengekspresikan kebahagiaan atas Maulid Nabi yang dilakukan secara berlebihan yang hukumnya makruh, maka sebaiknya dihindari.
Apalagi jika memperingatinya dengan perbuatan yang haram atau maksiat, harus dihindari.
Hal ini penting untuk diperhatikan terutama di Indonesia.
Karena masih banyak perayaan Maulid Nabi yang tercampur dengan perbuatan tidak terpuji.***

Share this article
Berikut cara memperingati Maulid Nabi menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani beserta larangannya, anda wajib tahu!