AYOJAKARTA.COM -- Ramalan menyangkut gempa megathrust dan tsunami besar pada 2023 meramaikan media sosial dan juga media massa arus utama.
Selain fenomena bencana alam seperti gempa megathrust dan tsunami, ramalan yang menarik parhatian orang adalah menyangkut kehidupan para selebritis. Pernikahan, perselingkuhan, karier para tokoh publik kerap menjadi objek ramalan.
Beberapa peramal yang kerap menjadi pembicaraan menjelang akhir tahun ini adalah Hard Gumay, Miyan Sumaryana yang disebut sebagai indigo, dan Denny Darko yang sempat berprofesi sebagai pesulap.
Ramalan tentang gempa megathrust dan tsunami menjelang berakhirnya tahun 2022 dan memasuki awal 2023 memang memilki momentum tersendiri.
Bencana alam besar seperti gempa dan tsunami beberapa kali terjadi menjelang tutup tahun dan memasuki awal tahun. Tentu contoh yang paling diingat adalah tsunami besar di Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004.
Tsunami yang meluluhlantakkan beberapa wilayah di Aceh dan sekitarnya itu disebut menjadi salah satu bencana alam terbesar di Indonesia sepanjang masa.
Gempa dengan skala Magnitudo 9,1—9,3 menyebabkan tsunami dahsyat dengan tinggi mencapai 30 meter.
Bukan hanya di Indonesia. Bank Dunia mencatat bahwa terjangan tsunami sampai juga ke beberapa negara seperti Thailand, Malaysia bahkan India.
Menurut perkiraan, sekitar 169 ribu jiwa melayang di Indonesia sedangkan secara total temasuk korban di negara lain mencapai 230 ribu jiwa.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad: Amalkan Ayat Ini 10 Kali Selepas Sholat Subuh Kalau Mau Dijaga Allah Seharian
Fenomena ramalan gempa megathrust dan tsunami, termasuk kehidupan seseorang, dari bocah indigo Miyan Sumaryana, peramal Hard Gumay, dan Denny Darko yang menggunakan kartu tarot sebagai media, biasanya punya disclaimer.
Para peramal itu lazim mengatakan bahwa apa yang disampaikan adalah semata penerawangan mereka yang belum pasti menjadi kenyataan. Silakan publik mau percaya atau tidak.
Pandangan Islam tentang Ramalan
Nah, sekarang bagaimana sebaiknya masyarakat menyikapi fenomena ramal meramal yang marak menjelang akhir tahun ini?
Untuk umat Islam, silakan simak pandangan dari Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, seperti dilansir laman organisasi kemasyarakatan tersebut www.muhammadiyah.or.id.
Pandangan Abdul Mu’ti disampaikan menjelang akhir tahun 2021 menyikapi fenomena ralaman yang beredar ketika itu menyambut tahun 2022.
Sekum PP Muhammadiyah itu berpesan agar umat Islam tak perlu mempercayai prediksi atau ramalan yang mengandung tahayul dan mistik. Pandangan itu disampaikan Abdul Mu’ti saat pengajian pagi PCM Depok Sleman, Minggu 26 Desember 2021.
DennyBaca Juga: Waspada Tanggal 26! Denny Darko Ajak Merefleksi Sederet Peristiwa dan Bencana Besar Sepanjang Sejarah Manusia
Baca Juga: Patut Diwaspadai! Ramalan Hard Gumay tentang Gelombang Besar Ini Senada dengan Prediksi BMKG
Al Quran, menurut Abdul Mu’ti, memerintahkan umat muslim selalu bertawakal karena banyak hal yang bisa diprediksi tetapi banyak pula hal yang juga tidak bisa diprediksi dalam kehidupan manusia.
Al Quran, kataya, banyak mengggunakan tamsil dan simbol-simbol waktu sebagai pengingat manusia misalnya dalam ayat atau sebagai nama surat seperti Ad-Dukha, Al-Fajr, Al-Ashr, Al-Qamar.
“Hidup kita ini dibatasi oleh waktu. Semuanya akan ada akhirnya, semuanya akan ada ujungnya. Tapi kapan akhir itu terjadi, di mana ujung itu berada, kita tidak akan pernah tahu. Karena itulah dengan kita melakukan muhasabah, kita senantiasa menjadi orang yang mawas diri berhati-berhati, dan itu tidak harus setahun sekali,” ungkapnya.
Selanjutnya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa memang ada perkara yang dapat diprediksi tetapi harus menggunakan data ilmiah oleh para ilmuwan seperti di bidang ekonomi, gejala alam, sosial-politik, dan kesehatan.
Namun, seperti kematian atau bencana alam yang tiba-tiba, menurut Abdul Mu’ti, tidak bisa diprediksi oleh para ilmuwan, apalagi oleh paranormal.
“Di sinilah pentingnya kita bisaa mencandra 2022, tapi itu harus ilmiah dan bukan dengan pendekatan-pendekatan tahayuli, misalnya ramalan-ramalan,” katanya.
Oleh karena manusia tidak dapat memastikan apa yang bakal terjadi pada masa mendatang, menurut Abdul Mu’ti, harus mendekatkan diri kepada Allah.
“Kita itu harus senantiasa bertaqarub di manapun berada, bertakwa kapanpun kita, di dalam situasi yang bagaimanapun.”
Sekum PP Muhammadiyah itu kemudian berpesan agar umat Islam senantiasa berbekal iman, zikir, dan waspada agar diselamatkan dari berbagai hal yang berada di luar jangkauan prediksi manusia.
“Sehingga karena itu kalau kita ingin memproyeksi tahun 2022, bekal utama yang harus kita lakukan adalah bekal iman. Kita yakin bahwa Allah tidak akan menakdirkan sesuatu untuk hambanya yang berbuat baik,” kata Abdul Mu’ti.
Jadi bagaimana, mau percaya ramalan tentang gempa megathrust dan tsunami pada 2023 versi Hard Gumay, indigo Miyan Sumaryana, Denny Darko, atau…?

Share this article
Ramalan gempa megathrust dan tsunami 2023 dari Hard Gumay, indigo Miyan Sumaryana, Denny Darko meramaikan media sosial. Ini pandangan Islam.