AYOJAKARTA.COM – Seperti yang sudah-sudah, menjelang penutupan tahun 2022 bertebaran ramalan tentang berbagai hal yang bakal terjadi pada tahun 2023.
Nah menjelang akhir tahun ini, aneka ramalan tahun ini juga ramai menghiasi media massa dan media sosial baik kanal YouTube, Instagram, Twitter, atau Facebook.
Biasanya ramalan yang banyak beredar adalah mengenai selebritis atau tokoh publik dengan berbagai sudut pandang. Bisa saja menyangkut karier tetapi sering juga menyenggol urusan percintaan, perselingkuhan dan perkawinan.
Hal lain yang juga kerap menjadi objek ramalan tentu dari orang yang biasa disebut paranormal adalah tentang kemungkinan fenomena alam yang bakal terjadi terutama bencana.
Nah untuk tahun 2023, ramalan yang beredar kebanyakan terkait dengan kemungkinan terjadinya gempa Megathrust atau gempa besar dan tsunami. Lumayan mengerikan sih membaca ramalan-ramalan tersebut.
Beberapa ramalan terkait gempa Megathrust dan tsunami antara lain disampaikan oleh paranormal Hard Gumay, anak indigo Miyan Sumaryana, dan Denny Darko yang meramal dengan kartu tarot.
Baca Juga: CEK FAKTA: Beneran Muhammadiyah Mau Beli Gereja Senilai Rp40 Miliar di Madrid Spanyol?
Pandangan Islam tentang Ramal Meramal
Lantas bagaimana pandangan dalam Islam dalam menyikapi ramainya praktik ramal meramal menjelang akhir tahun.
Mungkin ada baiknya kita menyimak pandangan dari Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, seperti dilansir laman organisasi kemasyarakatan tersebut www.muhammadiyah.or.id.
Namun, pandangan dari Abdul Mu’ti disampaikan ketika akhir tahun 2021 berakhir menanggapi maraknya ramal meramal tentang kejadian apa yang bakal terjadi pada 2022.
Abdul Mu’ti menyampaikan pesan agar umat muslim tidak usah mempercayai prediksi yang mengandung tahayul dan mistik seperti ramal meramal tersebut. Pandangan itu disampaikan Sekum PP Muhammadiyah dalam pengajian pagi PCM Depok Sleman, Minggu 26 Desember 2021.
Kemudian Abdul Mu’ti menerangkan bahwa Alquran memerintahkan umat muslim selalu bertawakal. Dia menyebut bahwa dalam kehidupan ini banyak hal yang bisa diprediksi manusia tetapi banyak pula hal yang juga tidak bisa diprediksi oleh manusia.
Oleh karena itu, menurut Abdul Mu’ti, Al Quran banyak mengggunakan tamsil dan simbol-simbol waktu sebagai pengingat manusia, misalnya dalam ayat atau sebagai nama surat seperti Ad-Dukha, Al-Fajr, Al-Ashr, Al-Qamar.
“Hidup kita ini dibatasi oleh waktu. Semuanya akan ada akhirnya, semuanya akan ada ujungnya. Tapi kapan akhir itu terjadi, di mana ujung itu berada, kita tidak akan pernah tahu. Karena itulah dengan kita melakukan muhasabah, kita senantiasa menjadi orang yang mawas diri berhati-berhati, dan itu tidak harus setahun sekali,” ungkapnya.
Selanjutnya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa memang ada perkara yang dapat diprediksi tetapi harus menggunakan data ilmiah oleh para ilmuwan seperti di bidang ekonomi, gejala alam, sosial-politik, dan kesehatan.
Namun, seperti kematian atau bencana alam yang tiba-tiba, menurut Abdul Mu’ti, tidak bisa diprediksi oleh para ilmuwan, apalagi oleh paranormal.
“Di sinilah pentingnya kita bisaa mencandra 2022, tapi itu harus ilmiah dan bukan dengan pendekatan-pendekatan tahayuli, misalnya ramalan-ramalan,” katanya.
Oleh karena manusia tidak dapat memastikan apa yang bakal terjadi pada masa mendatang, menurut Abdul Mu’ti, harus mendekatkan diri kepada Allah.
“Kita itu harus senantiasa bertaqarub di manapun berada, bertakwa kapanpun kita, di dalam situasi yang bagaimanapun.”
Sekum PP Muhammadiyah itu kemudian berpesan agar umat Islam senantiasa berbekal iman, zikir, dan waspada agar diselamatkan dari berbagai hal yang berada di luar jangkauan prediksi manusia.
Baca Juga: Siap-siap, Beli LPG alias Gas Tabung Melon 3 Kg Harus Tunjukkan KTP, Begini Caranya
“Sehingga karena itu kalau kita ingin memproyeksi tahun 2022, bekal utama yang harus kita lakukan adalah bekal iman. Kita yakin bahwa Allah tidak akan menakdirkan sesuatu untuk hambanya yang berbuat baik,” kata Abdul Mu’ti.
Jadi bagaimana, mau percaya ramalan tentang gempa Megathrust dan tsunami pada 2023 atau…?

Share this article
Sekum PP Muhammadiyan Abdul Mu'ti memberikan pesan bagi umat bagaimana menyikapi ramalan bencana alam dari paranormal.