AYOJAKARTA.COM – Dalam Islam, pada surah Al-Baqarah ayat 222 dijelaskan bahwa haid merupakan suatu jenis kotoran.
Setiap wanita mengalami haid dengan siklus bulanan dengan lamanya haid sekitar satu minggu. Namun siklus dan lamanya haid juga bisa berbeda antara wanita yang satu dengan lainnya.
Karena haid dianggap sedang ada kotoran dalam tubuh, maka wanita yang sedang haid tidak diperkenankan untuk melakukan sholat ataupun berpuasa.
Lantas, apabila meninggalkan sholat ketika sedang haid, apakah harus mengqadha sholatnya ketika bersih dari haid?
Ustaz Adi Hidayat atau biasa dipanggil UAH akan memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hal ini.
“Apakah wanita haid, setelah selesai masa haidnya harus mengqadha sholat wajib yang ditinggalkannya selama masa haid sebanyak waktu yang ditinggalkan?” tanya seorang jamaah.
Baca Juga: Cara dari Ustadz Adi Hidayat agar Kecerdasan Anak Meningkat, Cukup dengan 3 Hal ini
Dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Adi Hidayat Official, UAH menjelaskan tentang perempuan yang tiba masa haidnya.
“Seorang perempuan yang tiba masa haidnya, dia akan mengqadha puasanya bagi orang yang tengah haid, tapi tidak dengan sholat,” ujar Ustadz Adi Hidayat, dikutip pada Selasa, 24 Januari 2023.
Jika wanita haid tidak berpuasa Ramadan, maka hukumnya pasca Ramadan harus mengqadha puasanya.
Lebih lanjut Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ketika meninggalkan sholat karena sedang haid, maka tidak perlu mengqadha sholatnya.
Ada persamaan dan perbedaan antara puasa dan sholat bagi wanita yang tengah haid, persamaannya ketika sedang haid maka wanita tersebut tidak puasa dan tidak sholat.
Namun demikian, setelah selesai masa haidnya jika puasa kasusnya maka wanita tersebut harus qadha puasa wajibnya, sedangkan sholat tidak berlaku qadha untuknya.
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Beberkan Bacaan Penenang Hati Saat Sedang Gelisah
Ustaz Adi Hidayat menuturkan bahwa Allah SWT menginginkan manusia mudah dan nyaman termasuk dalam beribadah, tidak menginginkan untuk menyulitkan.
Menurutnya karena prinsipnya agama itu membawa kemudahan, sehingga dalam beribadah Allah memberikan toleransi-toleransi dalam memberikan kemudahan.
Termasuk dalam sholat, jika tidak bisa berdiri bisa dengan duduk, tidak bisa duduk bisa dengan berbaring, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Perbanyak Amalan di Bulan Rajab, Ustadz Adi Hidayat Ajak Tingkatkan Takwa untuk Persiapan Ramadan
Apalagi dalam konteks ini sholat sehari lima waktu, maka wanita yang siklus haidnya selalu datang setiap bulan.
Bila satu bulan sudah haid selama tujuh hari maka sudah meninggalkan 35 waktu sholat dalam sebulan, lantas bagaimana cara mengqadhanya? Sehingga Nabi Muhammad mengatakan bahwa tidak perlu mengqadha sholatnya.
“Nabi memberikan petunjuk bahwa perempuan yang tengah haid kemudian ketika dia tidak bisa menunaikan sholatnya, ya karena memang kondisi fitrahnya, hukum berlaku di situ,” tutur UAH.***

Share this article
Ustaz Adi Hidayat atau biasa dipanggil UAH jelaskan wanita yang meninggalkan sholat ketika sedang haid, apakah harus mengqadha sholatnya?