AYOJAKARTA.COM--Melakukan syukuran dalam setiap peristiwa penting seperti sudah menjadi tradisi.
Seperti salah satunya saat momen membuka usaha, biasanya pertama kali diawali dengan mengadakan syukuran.
Melalui syukuran tersebut tentunya banyak hal yang dipanjatkan, seperti keselamatan serta kelancaran dalam menjalankan usahanya.
Namun dalam Islam sendiri, bagaimana sebenarnya hukum mengadakan syukuran tersebut?.
Baca Juga: Terungkap! Sempat Dituduh Sebagai LGBT, Ferdy Sambo Akhirnya Buka Suara di Hadapan Majelis Hakim
Apakah dalam Islam memperbolehkan mengadakan syukuran saat momen-momen penting atau justru hal tersebut termasuk dalam syirik?
Tentunya pertanyaan tersebut masih mengganggu di benak banyak orang khususnya umat muslim.
Untuk menjawab hal tersebut, Ustadz Abdul Somad pernah menjelaskan mengenai hukum mengadakan syukuran.
Baca Juga: Mau Dagangan Laris Manis? Ustadz Abdul Somad: Lakukan Amalan Ini Setiap Pagi Sebelum Buka Toko
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Fasfik pada (20/1/23), saat itu Ustadz Abdul Somad mendapat pertanyaan dari jamaah yang datang di acara pengajian tersebut.
Pertanyaan tersebut kemudian dibacakan oleh Ustadz Abdul Somad seperti berikut.
“Apakah termasuk syirik apabila ingin mulai usaha kegiatan dengan cara berdoa sambil menyebarkan air garam?” ujar Ustadz Abdul Somad membacakan pertanyaan tersebut.
Ustadz Abdul Somad kemudian menjelaskan jika ritual menyiramkan air garam juga disebutkan dalam sebagian riwayat.
Baca Juga: Punya Hutang Puasa Ramadan? Simak Penjelasan Ustadz Abdul Somad Berikut Ini
Dimana dalam Riwayat tersebut dijelaskan jika hantu memang takut kepada air garam dan hal tersebut diperbolehkan.
“Menyebarkan air garam untuk mengusir hantu dalam sebagian riwayat, karena katanya takut dengan hantu dengan air garam, boleh,” ujar Ustadz Abdul Somad.
Selain menyebarkan air garam, dalam acara syukuran juga hendaknya menyebarkan wewangian.
Ustadz Abdul Somad menuturkan hal tersebut perlu dilakukan karena malaikat sangat menyukai wewangian.
“Menyebarkan minyak wangi, minyak wangi untuk memanggil malaikat,” ungkap Ustadz Abdul Somad.
Maka dari itu, dalam majlis juga sering menghidupkan wewangian untuk mengundang malaikat datang.
“Makanya dalam majlis dzikir, majlis sholawat dihidupkan khad harum-haruman, karena malaikat suka harum-haruman,” ujar UAS.
Baca Juga: Apakah Kredit Rumah dengan Sistem KPR Itu Riba? Simak Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Menurut Islam
Bahkan UAS mengingatkan agar kita tidak dalam kondisi bau saat ke masjid agar malaikat tidak tersakiti.
“Jangan makan bawang merah bawang putih langsung ke masjid karena malaikat tak suka, tersakiti, malaikat mencium bau, tapi bau yang harum-harum dia suka,” tutur Ustadz Abdul Somad.
Namun UAS mengingatkan, “Tapi kalau menghidupkan itu untuk memanggil hantu tidak boleh!”

Share this article
Namun dalam Islam sendiri, bagaimana sebenarnya hukum mengadakan syukuran tersebut, ini kata ustadz abdul Somad