AYOJAKARTA.COM - Telah memasuki bulan Rajab pada tahun Hijriyah tepatnya sejak tanggal 23 Januari 2023 lalu.
Dalam ajaran Islam, pada bulan Rajab ini umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan ibadah salah satunya yakni puasa Rajab.
Hingga awal Februari 2023, umat Islam masih dapat melaksanakan ibadah sunnah puasa Rajab yang umumnya berlangsung selama 10 hari pertama.
Baca Juga: Masya Allah! Mbah Moen Menuturkan Keutamaan Puasa pada Bulan Rajab, Akan Dijamin Allah Hal Berikut
Bulan Rajab ini merupakan bulan yang diagungkan dalam ajaran Islam. Sehingga Allah menyampaikan dalam firman-Nya agar manusia agar menjaga diri dari melakukan hal-hal buruk terutama di bulan Rajab.
Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat ke 36, Allah berfirman yang artinya,
"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu mendzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang taqwa.
Empat bulan haram atau bulan yang diagungkan dalam satu tahun Hijriyah diantaranya 3 bulan yang berdekatan yakni Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan satu bulan lain yang terpisah yaitu bulan Rajab.
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal Youtube Adi Hidayat Official, di mana Ustaz Adi Hidayat memaparkan makna dan keutamaan bulan Rajab.
Secara bahasa, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan Rajab berarti sesuatu yang diagungkan.
"Secara bahasa Rajab berarti sesuatu yang diagungkan, Bulan Haram adalah bulan yang sangat dihormati, bulan yang terjaga dari segala nilai-nilai keburukan, terjaga dari segala tindakan-tindakan kontra produktif, perilaku-perilaku maksiat, bahkan untuk menjaga kemuliaan bulan ini, sejahiliyah-jahiliyahnya umat lalu, mereka tetap menghormati dengan mengadakan perdamaian dengan suku-suku yang bertikai," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Bulan Rajab hakikatnya adalah pembuka masa peribadatan yang akan kita temui puncaknya nanti pada bulan Ramadan, selain memperbanyak shalat dan sedekah, dianjurkan juga memperbanyak puasa.
"Boleh kita memperbanyak puasa di bulan ini (Rajab), karena puasa memiliki hikmah meningkatkan ketaqwaan kita, meningkatkan ibadah, sekaligus berlatih mencegah segala hal yang dilarang oleh Allah, dan Rasul-Nya," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Baca Juga: Hukum Puasa Rajab Tidak Dilaksanakan Berurutan, Boleh atau Tidak?
Dalam melakukan ibadah puasa Rajab ini, tidak ada ketentuan jumlah pasti yang harus dikerjakan. Sehingga diperbolehkan untuk melakukan ibadah tersebut selagi sesuai dengan waktunya.
Berikut jadwal puasa Rajab tahun 1444 Hijriyah atau tahun 2023 Masehi, sebagai berikut.
1 Rajab 1444 H: 23 Januari 2023
2 Rajab 1444 H: 24 Januari 2023
3 Rajab 1444 H: 25 Januari 2023
4 Rajab 1444 H: 26 Januari 2023
5 Rajab 1444 H: 27 Januari 2023
6 Rajab 1444 H: 28 Januari 2023
7 Rajab 1444 H: 29 Januari 2023
8 Rajab 1444 H: 30 Januari 2023
9 Rajab 1444 H: 31 Januari 2023
10 Rajab 1444 H: 1 Februari 2023
Sementara itu, untuk bacaan niat puasa ajab adalah sebagai berikut.
"Nawaitu shauma ghadin fi syahri rajaba sunatan lillahi ta'alaa"
Artinya: "Aku niat puasa sunah bulan Rajab esok hari karena Allah ta'ala".
Ustaz Adi Hidayat menyampaikan bahwa serangkaian ibadah yang dilakukan pada bulan Rajab merupakan suatu latihan untuk kita nantinya lebih siap dipertemukan dengan bulan Ramadhan.***

Share this article
Ustaz Adi Hidayat bongka keutaman dari puasa Rajab,yaitu kita senantiasa terjaga dari perilaku maksiat.