AYOJAKARTA.COM – Berikut adalah penjelasan tiga tingkatan ikhlas menurut penjelasan Gus Baha.
Gus Baha adalah seorang ulama yang pernah berguru dengan KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.
Pemilik nama lengkap Ahmad Bahauddin Nursalim ini kerap membagikan nasihat-nasihatnya.
Dalam salah satu ceramahnya, Gus Baha membahas mengenai tiga tingkatan ikhlas.
Gus Baha mengatakan tingkatan ikhlas yang pertama adalah ketika beramal tidak ingin diketahui orang lain.
“Yang disebut ikhlas, pokoknya kamu beramal tidak ingin dipandang makhluk,” kata Gus Baha dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Pati Unus pada Jumat (17/2/2023).
“Dia melakukan taqwa hanya untuk mematuhi perintah Allah, tidak untuk mencari penghormatan manusia, kalau istilah sekarang tidak tebar pesona, memang bagus sekali tidak berniat tebar pesona,” sambungnya.
Gus Baha kemudian menjelaskan ada ikhlas tingkat kedua, yakni beramal karena ingin mendapat kebaikan di akhirat.
Ia menjelaskan bahwa ikhlas pada tingkatan kedua ini derajatnya dibawah dari tingkatan ikhlas yang pertama.
“Ikhlas kedua, gridnya lebih turun dari grid terbaik yang pertama tadi, kamu beramal hanya murni karena mematuhi perintah Allah,” jelasnya.
Ikhlas kedua ini agak turun derajatnya, adalah kamu beramal karena Allah tapi inginmu dapat balasan di akhirat, misalnya masuk surga, itu ya ikhlas, tapi kelasnya di bawah yang (pertama) tadi,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Gus Baha menerangkan bahwa ada ikhlas tingkat ketiga, yakni beramal karena Allah akan tetapi ingin mendapat balasan.
“Ikhlas yang ketiga beramal karena Allah tapi Allah kamu minta, ya Allah saya beramal karena engkau, tapi balas ya” terangnya.
“Tetapi tetap Allah dulu, ya allah saya beramal demi engkau, tapi balaslah, umroh ya habis banyak, naik haji ya habis banyak, balas lah. Tapi kamu tetap lillah (karena Allah) itu baik, paham ya? Karena harapanmu hanya kepada Allah SWT,” tutupnya.***

Share this article
Gus Baha mengatakan tingkatan ikhlas yang pertama adalah ketika beramal tidak ingin diketahui orang lain. Lalu apa yang kedua dan ketiga?