AYOJAKARTA.COM - Sosok Ismail Bolong dan Hendra Kurniawan kini tengah ramai dibicarakan karena kasus batubara ilegal.
Pengakuan Ismail Bolong terkait kasus batubara ilegal ini menyebutkan dirinya mendapatkan tekanan dari Hendra Kurniawan.
Sosok Ismail Bolong ini mengaku sebagai polisi dengan pangkat Aiptu yang bicara soal dirinya terjun ke bisnis batubara ilegal.
Saat pertama kali viral, dalam videonya Ismail Bolong mengaku menyetor uang hingga Rp6 miliar ke Kabareskrim Komjen Agus Ardianto.
Baca Juga: Terkuak Peran Kuat Maruf dan Putri Candrawathi Aktor Utama dalam Kasus Brigadir J, Miliki Hubungan Intim?
Tak hanya itu, ia juga mengaku memberikan uang ke Polres Bontang hingga Rp200 juta.
Namun usai viral soal pengakuan pemberian uang terkait kasus tambang batubara ilegal, pria ini kembali muncul dengan pernyataan yang berbeda,
Hal ini terlihat dari ramainya video yang terlihat di Instagram @majeliskopi 08 (5/11/2022).
Terungkap lewat video tersebut Ismail Bolong membantah soal pengakuan dirinya yang menyetor uang hasil dari bisnis tambang ilegal kepada Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto adalah tidak benar.
Pada video barunya, mantan anggota Satintelkam Polresta Samarinda ini malah ungkap fakta mengejutkan jika video sebelumnya dipaksa oleh Hendra Kurniawan.
Baca Juga: Jangan Lupa, Besok Gerhana Bulan Total! Sekalian Simak Tata Cara Shalat Gerhana Ya
Sosok Hendra Kurniawan adalah sosok penting, mantan Karopaminal Divisi Prompam Polri Brigjen yang disebut Ismail Bolong.
Dalam video tersebut, ia mengungkapkan jika ia tak pernah bertemu dengan Kabareskrim bahkan memberikan uang.
"Nama saya Ismail Bolong saya saat ini sudah pensiun dini dari anggota Polri aktif mulai bulan Juli 2022," kata Ismail Bolong dalam video tersebut dikutip AyoJakarta.com pada Instagram @majeliskopi08, Senin (6/11/2022).
Baca Juga: Terpopuler! Ayah Brigadir J Nilai Pertanyaan Kuasa Hukum Ferdy Sambo Tidak Logis
"Perkenankan saya mohon maaf kepada Kabareskrim atas berita viral saat ini yang beredar. Saya klarifikasi bahwa berita itu tidak benar dan saya pastikan berita itu saya tidak pernah komunikasi sama Pak Kabareskrim apalagi memberikan uang. Saya tidak kenal," tambahnya.
Ismail Bolong mengungkapkan jika video viral tersebut sudah dibuat pada Februari 2022 kemarin.
Sehingga ia sendiri merasa kaget karena video tersebut baru ramai dibicarakan belakangan ini.
Baca Juga: Sidang Pembunuhan Brigadir J: Bharada E vs Kuat Maruf
"Saya kaget viral sekarang. Saya perlu jelaskan bahwa pada bulan Februari itu datang anggota Mabes Polri dari Paminal Mabes Polri memeriksa saya untuk memberikan testimoni kepada Kabareskrim dalam penuh tekanan dari Pak Hendra," tambahnya dalam video tersebut.
Ia juga menuturkan jikasaat itu Hendra Kurniawan melakukan pemaksaan dengan berkomunikasi melalui HP anggota Paminal.
Bahkan Ismail Bolong mengaku mendapat ancaman jika tak mau melakukan testimoni akan dibawa ke Jakarta.
Klaim dari video ini adalah fakta, sesuai dengan pernyataan yang disampaikan dan beredar luas di sosial media.***

Share this article
Sosok Hendra Kurniawan adalah sosok penting, mantan Karopaminal Divisi Prompam Polri Brigjen yang disebut Ismail Bolong.