AYOJAKARTA.COM - Akun Twitter milik Bjorka, hacker yang membocorkan data-data pribadi masyarakat Indonesia ditangguhkan atau suspend pihak Twitter.
Akun Twitter Bjorka ditangguhkan Twitter karena dinilai telah melakukan doxing atau pembocoran data nama-nama penting di Indonesia, seperti Muchi Purwoprandjono, Puan Maharani, Erick Thohir, hingga Denny Siregar.
Bjorka pun diduga telah lahir 'kembali' di Twitter dengan username @Bjorkanisms.
Dalam cuitannya, Bjorka menyebutkan bahwa Indonesia telah mematikan akun Twitter dan Telegram miliknya.
"Ya pemerintah Indonesia baru saja mematikan akun Twitter-ku dan kanalku di Telegram, tapi ini enggak akan berhenti," katanya.
Baca Juga: Bjorka Ungkap Dalang Pembunuhan Munir Setelah Memasuki Kedaluwarsa dalam Hukum, Pengalihan Isu?
Bahkan Bjorka menyebutkan pemerintah Indonesia beberapa kali telah membloknya, namun ia mengaku bisa mengatasi hal tersebut.
"Pemerintah (Indonesia) memblokir saya beberapa kali, tetapi saya masih berhasil masuk. Itu membuktikan keamanan di negara ini sangat rendah. Lol," katanya.
Tak hanya itu, di akun terbarunya Bjorka mengingatkan akan ada berita besar nanti sore. Ia bahkan sedang berusaha membobol data Pertamina.
"Apa selanjutnya? Berita besar mungkin akan datang sore ini, tunggu saja," kata Bjorka.
Hacker Bjorka Peringatkan Twitter agar Tak Turuti Pemerintah Indonesia, Sebut Akibat yang Diterimanya
Hacker Bjorka sedang dalam sorotan usai aksi nekatnya melakukan pembongkaran data pribadi dua tokoh Indonesia, Presiden Joko Widodo dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate.
Baca Juga: Dimana Bjorka? Berikut 8 Fakta Hacker yang Bikin Pemerintah Indonesia Ketakutan
Diketahui Hacker Bjorka selama seminggu terakhir telah membuat pemerintah Indonesia kelabakan dengan membuka informasi data pribadi, seperti NIK, KK, alamat, agama, hingga nomor handphone.
Aksi Bjorka yang membuka data pribadi milik dua tokoh Indonesia diklaim sebagai bukti rentannya sistem keamanan pemerintah.
Paling baru, Bjorka mengaku siap menargetkan Pertamina yang baru-baru ini merilis kenaikan harga BBM.
Dengan aksi Bjorka itu, Menkominfo yang juga menjadi korban kebocoran data memutuskan menyerahkan penanganan kebocoran data pribadi kepada Badan Siber Sandi Negara (BSSN).
Baca Juga: Begini Kronologi Lengkap Terbunuhnya Munir, Sang Aktivis Kontras yang Diungkap oleh Bjorka
BSSN pun segera menanggapi, tepatnya mereka mengaku sedang melakukan validasi data pribadi yang telah tersebar di media sosial tersebut.
"BSSN telah melakukan penelusuran terhadap dugaan insiden kebocoran data yang terjadi dan melakukan validasi terhadap data-data yang dipublikasikan," kata Juru Bicara BSSN, Ariandi Putra.
Lebih lanjut, BSSN juga akan bekerja sama dengan PSE yang menjadi wadah untuk Bjorka menyebarkan ancamannya.
"BSSN telah melakukan koordinasi dengan setiap PSE yang diduga mengalami insiden kebocoran data, termasuk dengan PSE di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara," katanya menambahkan.
Baca Juga: Fakta Muchdi Purwopranjono: Karier Militer Terhenti karena Kasus Pembunuhan Munir?
Namun, kabar BSSN turun tangan dibalas Bjorka dengan memperingatkan pihak Twitter.
Bjorka menekankan bahwa dirinya tidak melanggar aturan sehingga Twitter diminta untuk tidak menonaktifkan akunnya.
Paling utamanya, Bjorka menilai Twitter akan dapat citra buruk jika menuruti permintaan pemerintah Indonesia.
"Untuk @Twitter, saya telah bertindak dengan baik dan tidak melanggar aturan apapun.
"Namun jika nanti Anda masih menonaktifkan akun saya karena permintaan dari Pemerintah Indonesia, Anda harusnya malu," tulis akun Twitter @bjorkanism menekankan peringatan.
***

Share this article
Bjorka pun diduga telah lahir 'kembali' di Twitter dengan username @Bjorkanisms. Dalam cuitannya, Bjorka menyebutkan bahwa Indonesia telah