AYOJAKARTA.COM - Isu tenggelamnya kota Jakarta yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2050 mendatang bukanlah suatu kabar yang baru.
Bahkan berdasarkan data yang dihimpun oleh BRIN pada tahun 2018 lalu penurunan tanah per tahun di Ibukota Jakarta memang sudah terhitung cukup besar, yakni mencapai angka 20-25cm penurunan tanah per tahunnya.
Dilansir AyoJakarta.com dari suara.com pada Jumat (12/8/2022), diketahui isu ini kembali hangat setelah Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin menyoroti bahaya penggunaan air tanah oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
Bahkan, aktivitas ini disebutnya bisa mempercepat kota Jakarta dalam keadaan tenggelam.
Arief Nasrudin yang belum lama ini dilantik sebagai Dirut, memprediksi 90 persen wilayah Ibukota Jakarta akan tenggelam pada tahun 2050 mendatang.
Pasalnya, penyedotan air tanah secara terus menerus akan membuat permukaan air tanah semakin turun.
"Dalam waktu yang tidak lama lagi, ketika memang ini terus berlangsung, di tahun 2050 diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta terutama di bagian utara, itu akan bisa tenggelam karena budaya atau kemudian penggunaan air yang tidak segera diselesaikan," ujar Arief dalam diskusi virtual, Senin (8/8/2022).
Karena itu, Arief menyebut pihaknya sedang mengupayakan cakupan pelayanan air perpipaan untuk dapat melayani kebutuhan air diseluruh wilayah Jakarta.
Namun, sampai saat ini pihaknya baru bisa mencakup sebesar 66 persen dari seluruh wilayah.
Artinya, masih ada 34 persen lagi wilayah yang belum terjangkau layanan PAM, dan ia pun menargetkan pada tahun 2030 hal ini harusnya bisa diwujudkan.
"Yang menjadi isu kami, PAM Jaya, dari sisi penyediaan air minum saat ini belum cakupannya memenuhi dari keinginan masyarakat DKI Jakarta, harapannya kita bisa melakukan supply cakupan mencapai 100 persen nantinya," tutur Arief.
Untuk mencapai target, PAM secara bertahap terus menambah pasokan air di berbagai wilayah.
PAM akan mulai dengan menambah 11 ribu liter per detik air baku saat ini, dari sistem penyediaan air minum di Jatiluhur hingga SPAM Karian Serpong.
"Ini menjadi salah satu concern dari PAM dan Pemprov DKI karena efek ekologi proses ini cukup banyak. Seperti perubahan kondisi lingkungan dan kesehatan warga karena kontaminasi air tanah. Ini pun menjadi efek dari proses pengambilan air tanah itu sendiri," katanya Arief.
Penurunan permukaan tanah Jakarta menjadi perhatian banyak pihak sejak bertahun-tahun yang lalu, bahkan World Economic Forum memprediksi Jakarta akan tenggelam pada tahun 2050.
Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria beberapa waktu yang lalu mengatakan masalah itu pula yang dijadikan salah satu alasan ibu kota negara dipindah ke Kalimantan Timur.
Riza mengatakan, masalah itu sudah menjadi pekerjaan rumah pemerintah Jakarta sejak lama.*** (Arif Nurrohman)
Share this article
Jakarta diprediksi akan tenggelam pada tahun 2050, Dirut Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin jelaskan penyebabnya dari eksploitasi air tanah.