KEBAYORANBARU, AYOJAKARTA.COM -- Grand Launching Proyek Investasi Berkelanjutan digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis 17 Maret 2022. Dalam launching tersebut, Indonesia mencari investor untuk berbagai proyek yang akan dibangun.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan dana yang dibutuhkan oleh Indonesia untuk proyek anggaran tahunan mencapai Rp 343,6 triliun. Dana itu juga untuk mendanai proyek mengatasi perubahan iklim 2020-2030.
Namun, kata Luhut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan anggaran tersebut.
"Angka ini memang kurang. Kalau kita lihat kekurangannya cukup besar," katanya di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis 17 Maret 2022.
Ia menjelaskan, anggaran dari APBN untuk proyek mengatasi perubahan iklim sebesar Rp102,56 triliun atau hanya 4,3 persen dari total kebutuhan dana pada tahun 2018-2020.
"Tadi mengenai investasi pembangunan berkelanjutan dan juga proyek EBT, karena kita kaya sekali. Jadi, sebenarnya kita ini beruntung, Indonesia punya itu semua," tuturnya.
Menurut Luhut, sumber-sumber pendanaan dari pihak swasta dalam mengerjakan proyek perubahan iklim sangatlah penting.
"Jadi Energy Transition Mechanism ini bisa berjalan. Mungkin nanti kita negara yang salah satu akan membuat showcase di G20, kita akan mengumumkan 350 megawatt nanti eary retirement dari coal fire itu akan kita lakukan, tidak hanya kita bicara wacana-wacana," jelasnya.

Share this article
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan mencari investor untuk proyek perubahan iklim yang ada di Indonesia.