AYOJAKARTA.COM – Air bersih menjadi kebutuhan dasar manusia karena merupakan komponen utama penyusun tubuh.
Penyediaan air bersih sangat penting untuk kelangsungan hidup dan merupakan tugas pemerintah untuk menyediakannya.
Hal ini sesuai Pasal 33 Ayat 3 UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat sumber air minum yang digunakan warga DKI Jakarta.
Diketahui, sumber air minum yang dikonsumsi warga di DKI Jakarta bervariatif dan menyesuaikan tingkat ekonominya.
Dikutip ayojakarta.com dari laman jakarta.bps.go.id pada Rabu (30/10/2024), kondisi pada 2023 menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di Jakarta masih mengonsumsi air yang diperoleh secara swadaya baik dengan cara membeli maupun tidak.
Berdasarkan data Susenas per Maret 2023, variasi sumber air minum yang digunakan rumah tangga miskin di Jakarta terdiri dari air kemasan bermerek, air isi ulang, leding, sumur bor atau pompa dan lainnya (air hujan).
Berikut persentase rumah tangga menurut sumber air minum yang digunakan dan status kemiskinan di DKI Jakarta pada 2023.
1. Air Kemasan Bermerek
- Miskin: 12,72 persen
- Tidak Miskin: 35,26 persen
2. Air Isi Ulang
- Miskin: 64,82 persen
- Tidak Miskin: 45,24 persen
3. Lainnya
- Miskin: 22,46 persen
- Lainnya: 19,5 persen
Lebih dari setengah (64,82 persen) rumah tangga miskin di Jakarta menggunakan air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan minumnya.
Sebanyak 15,24 persen menggunakan sumber air minum dari sumur bor atau pompa, 12,72 persen air kemasan bermerek dan 22,46 persen air lainnya.
Kemudian banyak rumah tangga tidak miskin di Jakarta yang juga memilih membeli air isi ulang untuk kebutuhan minumnya.
Meski begitu, tak sedikit juga masyarakat tidak miskin yang membeli air kemasan bermerek untuk memenuhi kebutuhannya.***
Share this article
Inilah jenis air yang digunakan untuk minum oleh mayoritas penduduk miskin di Jakarta menurut data BPS.