AYOJAKARTA.COM - Merujuk data BPS DI Jakarta yang dirilis Agustus 2023, wilayah DKI Jakarta mencatat angka pengangguran yang cukup signifikan dengan perbedaan mencolok antara kabupaten/kota yang satu dengan yang lainnya.
Jakarta Timur tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pengangguran tertinggi, mencapai 112 ribu orang atau 31,73% dari total pengangguran di DKI Jakarta.
Dari jumlah tersebut, mayoritas pengangguran berasal dari kalangan laki-laki sebanyak 83 ribu orang, sementara perempuan yang menganggur tercatat sebanyak 29 ribu orang.
Posisi Jakarta Timur sebagai wilayah dengan jumlah pengangguran terbesar disusul oleh Jakarta Barat yang mencatat 79 ribu pengangguran atau 22,43%.
Dari angka tersebut, sebanyak 58 ribu laki-laki menjadi penganggur, sedangkan jumlah pengangguran perempuan mencapai 21 ribu orang.
Hal ini menunjukkan kesenjangan yang cukup signifikan antara pengangguran laki-laki dan perempuan di wilayah ini.
Di urutan ketiga, Jakarta Utara menyumbang 64 ribu pengangguran atau setara dengan 18,12%.
Mirip dengan wilayah lainnya, pengangguran laki-laki juga mendominasi dengan angka 45 ribu, sementara perempuan yang menganggur mencapai 19 ribu orang.
Wilayah ini mencatat angka pengangguran yang relatif tinggi meski tidak sebesar Jakarta Timur.
Selanjutnya, Jakarta Selatan mencatatkan 62 ribu pengangguran atau 17,65% dari total pengangguran di Jakarta.
Baca Juga: Sudah Tau Belum? Ada 10 Fitur Tersembunyi di Infinix Note 40, Simak!
Di wilayah ini, terdapat 42 ribu laki-laki yang menganggur dan 20 ribu perempuan yang tidak bekerja.
Wilayah Jakarta Selatan juga mengalami ketimpangan yang serupa dengan wilayah lain terkait perbedaan jumlah pengangguran berdasarkan gender.
Jakarta Pusat menjadi wilayah dengan jumlah pengangguran yang lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya, dengan total pengangguran mencapai 34 ribu orang atau 9,71%.
Dari angka tersebut, sebanyak 23 ribu pengangguran adalah laki-laki, sementara perempuan yang menganggur berjumlah 11 ribu orang.
Meskipun memiliki angka pengangguran yang lebih sedikit, Jakarta Pusat tetap menunjukkan tren dominasi pengangguran laki-laki.
Di sisi lain, wilayah dengan jumlah pengangguran paling sedikit di Jakarta adalah Kepulauan Seribu.
Jumlah pengangguran di wilayah ini hanya tercatat sebanyak 1.252 orang atau 0,35% dari total pengangguran di DKI Jakarta.
Menariknya, angka pengangguran perempuan di Kepulauan Seribu lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yaitu 656 perempuan dan 596 laki-laki yang menganggur.
Dari data tersebut, terlihat bahwa meskipun Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah pengangguran laki-laki dan perempuan terbanyak, Kepulauan Seribu justru memiliki pola yang berbeda.
Pengangguran perempuan di wilayah ini lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yang tidak terjadi di wilayah lain di Jakarta.
Baca Juga: Pahami! Trik Mudah Mengingat Tugas, Wewenang dan Kewajiban Pengawas TPS dalam Pilkada 2024
Ketimpangan antara jumlah pengangguran laki-laki dan perempuan di Jakarta secara keseluruhan menunjukkan adanya tantangan tersendiri dalam distribusi kesempatan kerja.
Laki-laki masih mendominasi jumlah pengangguran di berbagai wilayah di DKI Jakarta, terutama di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.
Kebijakan dan langkah pemerintah daerah untuk mengatasi ketimpangan ini akan sangat penting dalam menurunkan angka pengangguran di DKI Jakarta, serta memberikan kesempatan yang lebih merata antara laki-laki dan perempuan dalam dunia kerja.
Meski demikian, keberhasilan dalam mengurangi angka pengangguran di wilayah-wilayah dengan tingkat pengangguran tinggi seperti Jakarta Timur dan Jakarta Barat akan menjadi kunci bagi stabilitas ekonomi Jakarta di masa depan.
Share this article
Merujuk data BPS DI Jakarta yang dirilis Agustus 2023, wilayah DKI Jakarta mencatat angka pengangguran yang cukup signifikan