AYOJAKARTA.COM - Langkah tegas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga ekosistem perairan mulai menunjukkan hasil.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku terkejut saat operasi pembersihan berhasil “memanen” hingga 200 kilogram ikan sapu-sapu dari aliran sungai di ibu kota.
Temuan ini menjadi bukti nyata betapa masifnya populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta.
Spesies yang dikenal dengan nama ilmiah Hypostomus plecostomus tersebut ternyata bukan sekadar ikan biasa, melainkan ancaman serius bagi keseimbangan ekosistem.
Operasi penangkapan ikan sapu-sapu sebelumnya telah dimulai di kawasan Jakarta Pusat, tepatnya di aliran kali sekitar Grand Hyatt hingga Plaza Indonesia.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kota, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), hingga petugas PPSU.
Pramono menegaskan bahwa operasi ini tidak hanya dilakukan di satu titik, tetapi akan diperluas ke seluruh wilayah yang memiliki populasi ikan sapu-sapu tinggi.
“Bukan hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah akan kita lakukan operasi,” ujarnya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemprov DKI dalam memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus mengembalikan fungsi saluran air.
Meski awalnya dikenal sebagai “pembersih akuarium”, ikan sapu-sapu berubah menjadi spesies invasif ketika dilepas ke perairan umum.
Kemampuan adaptasinya yang tinggi membuat ikan ini berkembang pesat dan mendominasi habitat.
Dampaknya tidak bisa dianggap remeh. Ikan ini memiliki kebiasaan membuat lubang di dasar dan dinding sungai, yang berpotensi merusak tanggul, memicu erosi, hingga meningkatkan risiko longsor.
Selain itu, ikan sapu-sapu juga memakan telur ikan lokal. Hal ini mengancam keberlangsungan spesies asli dan merusak rantai makanan alami di ekosistem perairan.
Penanganan ikan sapu-sapu tidak berdiri sendiri. Program ini berjalan beriringan dengan upaya pengerukan sungai dan pembersihan saluran air yang selama ini menjadi fokus Pemprov DKI.
"Kalau dibiarkan akan merusak ekosistem. Dia menggerogoti dinding dan sebagainya," ujar Pramono Anung, dilansir dari akun Instagram @pram.doel.
Dengan mengendalikan populasi spesies invasif, pemerintah berharap kapasitas aliran air dapat kembali optimal.
Ini penting untuk mengurangi risiko banjir yang kerap melanda Jakarta. “Ini komitmen kami dalam menjaga lingkungan,” tegas Pramono.
Panen 200 kilogram ikan sapu-sapu menjadi alarm sekaligus momentum bagi Jakarta untuk berbenah.
Tanpa pengendalian yang serius, populasi ikan ini berpotensi terus meningkat dan memperparah kerusakan lingkungan.
Melalui langkah terintegrasi ini, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan keseriusan dalam menjaga ekosistem sekaligus melindungi infrastruktur kota secara berkelanjutan.***

Share this article
Pemprov DKI Jakarta gelar operasi tangkap ikan sapu-sapu massal untuk jaga ekosistem. Spesies invasif ini merusak tanggul dan ancam ikan lokal. Pembersihan diperluas demi cegah banjir dan erosi sungai