AYOJAKARTA.COM - Gerakan pilah sampah dari sumber terus menunjukkan hasil positif dalam upaya mengurangi volume sampah tercampur yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Melalui kegiatan ini, sebanyak 201,98 kilogram sampah terpilah berhasil dikumpulkan.
Pilah sampah ini melibatkan partisipasi warga, kolaborator, dan kanal pengumpulan yang tersedia selama kegiatan berlangsung.
Dikutip dari akun Instagram @dinaslhdki, sampah dan barang terpilah mulai dari berbagai kanal pengumpulan, mulai dari botol plastik, sampah anorganik, baju layak pakai, hingga minyak jelantah.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, hasil pengumpulan sampah terbanyak adalah dari botol plastik.
Berikut ini adalah rinciannya:
- Botol plastik: 75,87 kg, terkumpul melalui Plasticpay dan ParagonCorp.
- Sampah anorganik: 26,09 kg, terkumpul melalui DLH.
- Sampah anorganik: 22,02 kg, diterima Rekosistem dengan rincian PET 4,41 kg, plastik keras 17,01 kg, dan kardus 0,60 kg.
- Baju layak pakai: 61,7 kg diterima Clothes for Charity.

- Minyak jelantah: 16,3 kg diterima Rumah Sosial Kutub.
Aksi ini juga ikut mengurangi jejak karbon sebesar 524.283 gram CO2e dengan rincian sebagai berikut:
- 401.643 gram CO2e dari pengumpulan botol plastik Plasticpay dan ParagonCorp.
- 49.275 gram CO2e dari pengumpulan sampah anorganik DLH.
- 73.365 gram CO2e dari pengumpulan sampah anorganik Rekosistem.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, program pengurangan sampah berbasis rumah tangga dinilai berpotensi menjadi solusi penting dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan.***
Share this article
Pilah sampah ini melibatkan partisipasi warga, kolaborator, dan kanal pengumpulan yang tersedia selama kegiatan berlangsung.