AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah melantik 884 pejabat eselon I, III, dan IV di lingkungan Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5).
Pelantikan ratusan pejabat tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat target kinerja pemerintahan sekaligus mempercepat realisasi program pembangunan di ibu kota.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan mengatakan rotasi dan pelantikan pejabat adalah langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas birokrasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Menurutnya, penyegaran organisasi diperlukan agar setiap perangkat daerah dapat bekerja lebih optimal sesuai target yang telah ditetapkan.

Pantas berharap mutasi dan pelantikan pejabat ini bisa mendukung keberhasilan program Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
“Mutasi ini bisa juga kita anggap sebagai penyegaran dan sekaligus pemantapan target dari setiap kinerja sebagai konsekuensi daripada jabatan yang diemban,” ujar Pantas.
Ia juga menyampaikan pentingnya peran pejabat yang baru dilantik untuk mendukung program pengelolaan sampah di Jakarta, khususnya pemilahan sampah dari sumber yang saat ini sedang digencarkan di berbagai wilayah ibu kota.
Untuk diketahui, Pemprov DKI sebelumnya telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 yang mengatur pemilahan sampah dari sumber.

Pantas mengatakan bahwa Ingub tersebut untuk seluruh wilayah Jakarta sampai dengan tingkat RW hingga soal gerobak-gerobak pengelola sampah.
Ia juga kembali mengintakan pemilahan sampah dari sumbernya ini dibagi menjadi empat kategori yaitu organik, anorganik, B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) serta residu.
Oleh sebab itu, para pejabat di lingkungan Pemprov DKI diharapkan bisa terus menggalakkan edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat.
“Semua PNS itu harus turut mendorong, bahkan mungkin memelopori supaya memilah sampah dalam empat kategori,” tandasnya.***
Share this article
Pelantikan pejabat ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kinerja pemerintahan dan mempercepat realisasi program pembangunan Jakarta.