AYOJAKARTA.COM - Pada Minggu siang, 11 Agustus 2024, pendukung Anies Baswedan dari Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera.
Mereka menuntut agar PKS tetap konsisten dalam mendukung Anies Baswedan untuk maju dalam Pilgub Jakarta 2024.
Selain itu, mereka juga berencana menggelar aksi serupa di partai-partai koalisi lainnya yang mendukung Anies, seperti PKB dan Partai Nasdem.
Saat ini, beberapa partai yang sebelumnya mendukung Anies mulai menunjukkan indikasi perubahan arah dukungan.
Menanggapi hal ini, Anies Baswedan mengaku memahami situasi menjelang pendaftaran di KPU, dengan partai-partai harus memutuskan apakah akan mengikuti aspirasi masyarakat atau keputusan beberapa individu.
Hingga kini, Anies belum bisa memastikan posisinya dalam Pilgub Jakarta, meskipun ada dorongan untuknya kembali maju.
Baca Juga: Dari 4 Golongan Darah Ini Ternyata Ada yang Tidak Bisa Multitasking
Saat isu beredar bahwa beberapa partai politik mungkin menarik dukungannya dari Anies Baswedan, PDIP tetap menyatakan bahwa mereka masih aktif berkomunikasi dengan Anies.
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa ada pihak-pihak yang tampaknya ingin mengacaukan proses pemilu dengan berusaha menghalangi pencalonan Anies di Pilgub Jakarta.
“Jadi Pilkada ini kan sama dengan pemilu yang lain rakyat berdaulat tetapi ada mengkhawatirkan kompetisi karena popularitas elektoral figur-figur tertentu” ucap Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube KOMPASTV, pada Selasa, 13 Agustus 2024.
“Sehingga kemudian ada yang tidak mau masuk ranah kontestasi yang sehat itu maka kami berdiri pada aturan main” sambungnya.
Baca Juga: Serba-serbi 17 Agustus: Cara Bikin Hiasan Lampion untuk di Kelas dan Rumah dari Kertas Karton
“Sehingga biarlah mereka-mereka yang mencoba menyempitkan makna kontestasi dalam demokrasi yang penting PDI perjuangan tetap konsolidasi dan tetap melakukan komunikasi politik dengan Partai lain” ujarnya.
Dengan waktu pendaftaran yang semakin mendekat, jalan bagi Anies untuk mendapatkan tiket maju di Pilkada Jakarta tampaknya semakin menantang.
Apakah upaya untuk menjegal Anies hanya sekadar spekulasi atau akan menjadi kenyataan? kita akan mengetahuinya ketika pendaftaran pilkada serentak ditutup pada 29 Agustus 2024 nanti.

Share this article
Hingga kini, Anies Baswedan belum bisa memastikan posisinya dalam Pilgub Jakarta, meskipun ada dorongan untuknya kembali maju.