AYOJAKARTA.COM - Ribuan siswa di seluruh Provinsi Jakarta menunjukkan antusiasme luar biasa saat mengikuti program pemutihan ijazah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta pada Selasa pagi.
Para siswa tampak berbondong-bondong mengantre di salah satu sekolah di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Bahkan sejak pukul 6 pagi untuk dapat mengambil ijazah mereka yang telah tertahan selama bertahun-tahun karena faktor ekonomi.
Baca Juga: Diskon Listrik 50 Persen Dibatalkan, Pemerintah Alihkan ke BSU Rp300 Ribu per Bulan
Meskipun antrean sangat membeludak, petugas telah mengatur sistem pengambilan berdasarkan pembagian wilayah untuk memudahkan proses distribusi.
Para siswa yang ingin mengambil ijazah dalam program pemutihan ini diwajibkan membawa dua materai sebagai syarat administratif yang telah ditetapkan oleh pihak penyelenggara.
Salah satu siswa yang merasakan manfaat langsung dari program ini adalah Alifiya Perdana, seorang lulusan tahun 2020 yang ijazahnya tertahan sejak empat tahun lalu.
"Biaya-biayanya terlalu mahal sih menurut saya kebanyakan tunggakan saya jadi pengambilan iya pengambilan biasa saya nunggak banyak jadi mumpung gratis di sini jadi saya mengambil pengambilan ijazah gratis," ujar Alifiya.
Ia juga menambahkan betapa terbantu dirinya dengan program ini.
"Bagus, terbantu saya terbantu terbantu ya daripada saya buat ngelamar-ngelamar pakai surat kelulusan kan dengan ada gratis saya gratis."
Baca Juga: Spek Samsung S25 Edge Ternyata Lebih Bagus dari Galaxy S25 Ultra? Ternyata Ini 4 Alasan Dibaliknya
Bagi Alifiya dan ribuan siswa lainnya, ijazah yang berhasil diambil ini akan menjadi dokumen penting untuk melamar pekerjaan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Gubernur Jakarta Pramono Anung secara resmi mengumumkan keberhasilan program pemutihan ijazah tahap pertama yang berhasil membebaskan 1.315 ijazah yang sebelumnya tertahan di berbagai sekolah.
Dalam keterangannya, Pramono menjelaskan kondisi ijazah-ijazah tersebut.
"Dan pada hari ini pemutihan ijazah sudah bisa dibuktikan 1.315 ijazah ada yang tadi sudah tertahan hampir 6 tahun 7 tahun ada yang 5 tahun dan sebagainya dan sebagainya," pungkasnya
Gubernur juga mengungkapkan harapannya terhadap dampak positif program ini bagi dunia pendidikan di Jakarta dengan mengatakan, "Dan mudah-mudahan ini akan bisa memberikan manfaat bagi pendidikan yang ada di Jakarta menjadi lebih baik saya bersyukur Dinas Pendidikan memberikan support sepenuhnya untuk penyelesaian ini."
Pemerintah Provinsi Jakarta telah menetapkan target yang ambisius untuk program pemutihan ijazah sepanjang tahun 2025, yaitu berhasil memutihkan sebanyak 6.652 ijazah yang masih tertahan di berbagai sekolah se-Jakarta.
Baca Juga: Eksklusif! 5 SMA Negeri Super Unggulan di Jakarta yang Wajib Masuk Wishlist PPDB 2025
Target ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan sistemik yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Dimana ribuan siswa tidak dapat mengakses ijazah mereka karena ketidakmampuan ekonomi untuk melunasi tunggakan biaya sekolah.
Program ini diharapkan tidak hanya membantu para lulusan dalam mengakses dokumen pendidikan mereka.
Tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi mereka untuk memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Ibu Kota.***

Share this article
program pemutihan ijazah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta pada Selasa pagi, ribuan siswa mengantre