AYOJAKARTA.COM – Dimunculkannya pasangan KaBah atau Kaesang dan Babah Alun yang merupakan sapaan Jusuf Hamka dalam Pilkada Jakarta, merupakan metafora politik.
Dengan adanya gagasan mengenai pasangan KaBah dalam Pilkada Jakarta, Partai Golkar secara implisit memiliki rencana tersendiri bagi Ridwan Kamil sebagai kadernya.
Karena memiliki peluang untuk menang lebih besar di Jawa Barat, pengajuan ide pasangan KaBah juga bisa disikapi sebagai bentuk pernyataan tegas dari Partai Golkar.
Menawarkan Jusuf Hamka untuk mendampingi Kaesang di Pilkada Jakarta, secara politik memiliki makna membiarkan Ridwan Kamil menjemput kemenangan di Pilkada Jawa Barat.
Terlebih karena sebelumnya wacana mencalonkan Ridwan Kamil untuk melawan Anies Baswedan, sempat menjadi bahasan politik bagi sejumlah parpol.
Pandangan tersebut merupakan penilaian Adi Prayitno yang merupakan Analis Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
“Saya kira niat utama itu soal RK supaya nggak lagi dikait-kaitkan dengan Jakarta, untuk mengamputasi partai di KIM itu berhenti melawan Anies di Jakarta,” jelas Adi.
Baca Juga: Golkar Siap Duetkan Kaesang dengan Jusuf Hamka di Pilgub Jakarta, PSI: Belum Ada Kesepakatan
Sehingga mencuatnya duet Kaesang dan Abah Alun atau KaBah, juga bentuk penegasan dari Partai Golkar untuk mengamputasi anggapan ikutnya Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta.
Terkait dengan pinangan halus dari PSI perihal tawaran untuk membiarkan Ridwan Kamil mendampingi Kaesang, Adi menganggap hal tersebut sebagai second opinion.
“Artinya Kaesang lebih tertarik dengan Ridwan Kamil untuk berlaga di Jakarta, dibandingkan maju di Jawa Barat, tapi Golkar tidak mau,” imbuh Adi.
Menawarkan Jusuf Hamka untuk mendampingi Kaesang di Pilkada Jakarta, menurut Adi merupakan pernyataan metafora dari Partai Golkar untuk mengamankan Ridwan Kamil.
Baca Juga: Impian Jadi Machine Engineer? Cek 12 Jurusan Teknik Mesin Terbaik Akreditasi Unggul BAN PT 2024-2028
Terkait adanya penilaian Ridwan Kamil sengaja dikunci untuk berlaga di Pilkada Jakarta, Ketua Bapilu Partai Golkar Maman Abdurrahman memberi tanggapan.
Menurut Maman, kajian dan pertimbangan ilmiah selalu menjadi bagian penting bagi Partai Golkar dalam setiap proses pemilihan yang dilakukan.
Selain itu, seluruh parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju juga memiliki semangat jangka panjang guna mengoptimasi program pemerintahan.
Karena itu, untuk mengambil suatu keputusan politik yang bersifat strategis perlu dilakukan dengan berbagai macam pertimbangan dan pendekatan.
Disodorkannya nama Jusuf Hamka untuk mendampingi Kaesang berlaga di Pilkada Jakarta, juga bagian dari proses pertimbangan politik.
Memasangkan figur KaBah sebagai tawaran, menurut Maman akan memiliki dampak perubahan elektabilitas bagi Ridwan Kamil.
“Karena proses pengambilan keputusan untuk setiap wilayah itu tidak bisa gegabah,” jelas Maman.
Share this article
Memasangkan figur KaBah sebagai tawaran, menurut Maman akan memiliki dampak perubahan elektabilitas bagi Ridwan Kamil.