AYOJAKARTA.COM – Salah satu pernyataan yang sering didengar masyarakat tentang Anies Baswedan adalah keberanian untuk adu rekam jejak.
Selain hal tersebut, dalam sejumlah pidato yang disampaikan bakal capres Anies Baswedan juga sering menyebut kalimat adu gagasan dan rekam karya.
Terkait dengan hal tersebut, tidak sedikit warga Jakarta yang disadari atau tidak ikut mengalami hasil gagasan Anies Baswedan.
Tersedianya ruang ketiga yang mendekatkan dan mengakrabkan antar warga dalam suatu hamparan tanah dan persahabatan dengan alam.
Baca Juga: Blak-blakan Anies Baswedan Ngaku Cemburu kepada Surya Paloh: Man of Commitment
Gagasan tersebut kemudian diaplikasikan oleh Anies saat menjabat Gubernur DKI Jakarta dengan membangun Tebet Ecopark.
Berdiri di hamparan tanah seluas 7 hektar, taman yang berlokasi di wilayah Tebet, Jakarta Selatan ini hadir di tengah-tengah kota.
Tebet Ecopark yang digagas dan diresmikan Anies bukan saja meraih penghargaan, tetapi menjadi pilihan warga Jakarta untuk melepas penat.
Selain menawarkan suasana terbuka yang rindang, taman yang merupakan gagasan Anies Baswedan ini juga ditumbuhi ribuan pepohonan.
Salah satu hal unik dan cukup ikonik yang terdapat di Tebet Ecopark adalah Pohon Leda, yaitu pohon yang memiliki batang beraneka warna.
Seiring waktu, kulit kayu dari Pohon Leda akan meluruh dan membentuk garis dengan varian warna coklat, hijau, merah, oranye serta ungu.
Kebanyakan pengunjung akan merasa kagum dan menyediakan waktu untuk bisa berfoto bersama pohon yang memiliki nama latin Eucalyptus Deglupta.
Pohon Leda sendiri merupakan pohon yang sudah ada sebelum taman Tebet Ecopark secara resmi direvitalisasi.
Sejumlah fasilitas untuk warga bermain dan belajar juga dengan mudah disaksikan ketika mengunjungi Tebet Ecopark.
Taman yang pada awalnya diperuntukkan sebagai pengendali banjir kini terus mengalami pertumbuhan dan pembaharuan.
Selain menjadi salah satu kebanggaan bagi warga Jakarta, Tebet Ecopark juga telah mendapatkan sejumlah penghargaan.
Pada tahun 2022 lalu, Tebet Ecopark mendapat penghargaan Emas dalam kategori Taman dan Rekreasi dari Singapore Landscape Architecture Awards.
Baca Juga: Ramai Denny Indrayana Soal Penjegalan Anies Baswedan, Staf Mensesneg Sebut Tidak Masuk Akal
Banyaknya ragam tanaman dan pepohonan di Tebet Ecopark bukan saja menarik banyak pengunjung, tetapi juga burung-burung liar.
Pengunjung yang beruntung akan bisa menikmati suasana alam terbuka dengan ditemani suara kicau burung Cucak Kutilang.
Bukan hanya burung Kutilang dan burung Gereja yang kini mendiami Tebet Ecopark, tetapi juga burung Punai Gading serta Takut Ungkut-ungkut.
Kehadiran burung bagi ekosistem merupakan hal penting, karena bisa menjadi pengendali serangga dan penyebaran biji tumbuhan.
Bukan hanya terjadi di taman Tebet, hal senada juga di Taman Literasi Martha Tiahahu, Taman Maju Bersama Delonix dan taman-taman lainnya yang digagas Anies.***

Share this article
Tebet Ecopark yang digagas dan diresmikan Anies bukan saja meraih penghargaan, tetapi menjadi pilihan warga Jakarta untuk melepas penat.