AYOJAKARTA.COM — Kabar adanya penjegalan pencapresan Anies Baswedan yang disampaikan Denny Indrayana kini masih diperbincangkan.
Dalam acara Dua Arah yang tayang di Kompas TV, Staf Khusus Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Faldo Maldini, ikut menanggapi isu penjegalan Anies Baswedan tersebut.
Faldo Maldini menilai desas-desus penjegalan Anies Baswedan yang disampaikan Denny Indrayana tidak masuk akal.
Ini karena, melihat kepuasan pemerintah yang cukup tinggi tidak mungkin penjegalan bisa terjadi.
“Sebenarnya bagi kami Denny lagi bercanda ya. Karena kepuasan pemerintah yang tinggi relatif tanpa skandal kasus hari ini, itu cara jegalnya gimana?” kata Faldo Maldini, dikutip pada Kamis, 15 Juni 2023.
Faldo Maldini kemudian membandingkan dengan periode pemerintahan yang sebelum-sebelumnya berjalan.
Menurutnya banyak sekali kasus yang ada di pemerintahan sebelum-sebelumnya, seperti halnya kasus korupsi.
Meski banyak sekali kasus yang ada, akan tetapi tidak ada pihak yang berusaha melakukan penjegalan.
Baca Juga: Benarkah AHY Gunakan Strategi Dekati PDIP agar Anies Baswedan Segera Umumkan Cawapresnya?
“Sedangkan mohon maaf dan mohon izin pemerintahan yang sebelum sebelum-sebelumnya, nggak sebelumnya ya (tapi) sebelum sebelum-sebelumnya, itu banyak sekali kasus, banyak korupsi itu juga nggak ada yang menjegal,” jelasnya.
Faldo Maldini menerangkan bahwa pihaknya sangat menghormati dan menghargai kebebasan berbicara.
Akan tetapi, pernyataan yang disampaikan oleh Denny Indrayana terkait penjegalan Anies tidak masuk akal.
“Secara faktual menurut kami ide-ide yang dilontarkan oleh Denny itu nggak masuk akal. Karena menurut kami kalau seandainya beliau menginginkan adanya lempar-lemparan diskusi, memanas-manaskan situasi, mungkin sudah berhasil ya,” terangnya.
“Jadi kami kira segala tuduhan-tuduhan itu jadi tidak masuk akal. Menurut kami apa yang beliau lakukan, apa yang beliau lontarkan, itu benar-benar tidak masuk akal gitu,” tutupnya.***

Share this article
Mensesneg Faldo Maldini ikut menanggapi isu penjegalan Anies Baswedan yang disampaikan Denny Indrayana.