AYOJAKARTA.COM -- Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus bakal calon presiden, Anies Baswedan blak-blakan sindir agar negara tidak mengintervensi pesta demokrasi rakyat di 2024 mendatang.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan pidato di deklarasi dan pengukuhan Amanat Indonesia di Stadion Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu, 7 Mei 2023.
Saat itu, Anies meminta agar negara tidak ikut campur tangan dalam urusan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Anies berharap agar semua pihak bisa bersaing dengan gagasan, rekam jejak, dan juga dengan sebuah karya.
Baca Juga: Kritik Subsidi Mobil Listrik, Bagaimana Nasib Program Jokowi Jika Anies Jadi Presiden?
"Biarkan rakyat tanpa dipengaruhi, tanpa ada tangan negara yang terlibat, negara netral, negara ambil sikap di atas semuanya dan percayakan rakyat bahwa rakyat akan menitipkan kewenangan itu kepada mereka-mereka yang memiliki rekam jejak yang benar, rekam karya yang benar, dan rekam gagasan yang baik," kata Anies, dikutip dari siaran MetroTV pada Selasa, 9 Mei 2023.
Lebih lanjut, Anies menyebut jika negara sampai ikut intervensi dalam Pilpres 2024 mendatang. Maka negara itu telah melecehkan masyarakat Indonesia itu sendiri.
"Kalau negara sampai intervensi, berarti masyarakat sedang melecehkan masyarakat Indonesia. Rakyat Indonesia sudah matang dan mampu untuk menentukan kepada siapa kewenangan itu dititipkan," terangnya.
Sementra itu, pengamat politik Hania Yudha menegaskan bahwasanya posisi negara itu harus dapat menempatkan diri di pihak yang netral tanpa ikut campur tangan dalam urusan pesta demokrasi rakyat.
Baca Juga: Membara! Anies Baswedan Dalam Pidatonya: Kita Tak Perlu Memproduksi Kebohongan, Tunjukkan Kenyataan!
"Para fasilitator penyelenggara KPU bahwa seluruhnya harus netral independen, termasuk fasilitator dalam hal ini pemerintah yang sedang berkuasa tentu juga memfasilitasi jalanya pesta demokrasi yang merupakan amanat konstitusi harus dijalankan dengan netral," kata Hania.
Lebih lanjut, Hania menegaskan bahwa otoritas yang dimiliki negara terkait urusnya dengan pemilihan umum ini yakni diposisikan sebagai fasilitator bukan sebagai kontestan.***

Share this article
Anies Baswedan blak-blakan sindir agar negara tidak mengintervensi pesta demokrasi rakyat di Pilpres 2024.