AYOJAKARTA.COM - Pada Selasa, 2 Mei 2023 lalu terjadi penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di daerah Menteng, Jakarta Pusat yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.
Menurut informasi yang dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube tvOneNews, pelaku penembakan hendak bertemu dengan Ketua MUI.
Akan tetapi, nyawa pelaku tidak tertolong, ia menghembuskan nafas terakhirnya di tempat kejadian penembakan kantor MUI.
Terungkap lima fakta baru dari kejadian penembakan MUI tersebut yakni sebagai berikut.
1. Terjadi pada saat rapat mingguan
Penembakan kantor MUI tersebut terjadi pada saat para pengurus menggelar rapat mingguan, pelaku datang dengan menggunakan mobil travel.
Pelaku sempat bertemu dengan satpam diluar kantor dan diminta untuk menunggu, lantaran ketua MUI sedang menggelar rapat dari jam 10.00-12.00 WIB.
Namun karena tidak sabar menunggu, pelaku melakukan penembakan dengan menggunakan airsoft gun.
2. Pelaku berasal dari Lampung dan alami gangguan jiwa
Saat otopsi dilakukan, diketahui identitas pelaku yakni seorang laki-laki, namanya berinisial M, dengan kisaran usia 50-60 tahun.
Pelaku penembakan ini memiliki postur tubuh agak gemuk dengan tinggi badan 160 cm.
Pasca kejadian tersebut, beberapa karyawan diduga mengalami luka-luka, kemudian dibawa ke rumah sakit di daerah Manggarai.
Sementara polisi memprediksi bahwa pelaku penembakan tersebut mengalami gangguan jiwa.
"Tertera disitu adalah atas nama Mustofa, kemudian dari nomor induk kependudukan dari data identitas yang ada, kalau memang ini pelaku yang diduga," ungkap pihak Kepolisian Lampung.
"Memang dari catatan-catatan ini sempat ada beberapa file dari pada kasus dari catatan kepolisian yang kami dapat, kami akan lakukan pendalaman dari data informasi yang ada," sambungnya.
3. Pelaku mengaku sebagai Nabi
Pelaku mengaku sebagai Nabi bahkan sebelumnya ia telah datang ke kantor MUI sebanyak dua kali, dan peristiwa ini yang ketiga kalinya.
Selain itu, pelaku berinisial M bahkan sempat kirimkan surat ancaman kepada pihak MUI.
4. Isi surat ancaman
Pelaku berinisial M ini sempat membuka surat ancaman yang dibuatnya, yang mana surat tersebut ditujukan kepada Polda Metro Jaya.
Untuk isi dari surat tersebut adalah jika haknya tidak terpenuhi pelaku akan beraksi dengan pisau yang dibawanya, juga dirinya meminta keadilan.
Bahkan ia pun meminta untuk ditembak mati apabila tidak ditembak, ia akan mencari senjata api yang akan digunakannya untuk menembak para pengusaha dan pejabat negeri, khususnya orang-orang MUI.
Baca Juga: NGERI! Rupanya Bukan Hanya MUI, Pelaku Penembakan Juga Ancam Seluruh Pejabat Negara, Siapa Saja?
5. Pelaku tewas di tempat
Setelah beberapa saat M melakukan penembakan, diketahui ia sempat pingsan.
Kemudian segera dilarikan ke Puskesmas Menteng, namun pihaknya menyampaikan bahwa pelaku telah tewas.
Sejauh ini belum diketahui secara pasti penyebab kematian pelaku, yang pasti bukan karena penembakan.***

Share this article
Pelaku penembakan kantor MUI Pusat pada 2 Mei 2023 ternyata mengalami gangguan jiwa hingga berani tulis usrat ancaman.