AYOJAKARTA.COM – Kuasa hukum Crystalino David Ozora, Mellisa Anggraini menyebut bahwa pelecehan bukanlah motif penganiayaan dalam kasus penganiayaan yang menjadikan kliennya sebagai korban.
Ya, menurut Mellisa Anggraini pelecehan hanyalah tameng dan pembenaran dari perilaku Mario Dandy Satriyo.
Hal tersebut diungkapkan oleh pengacara David Ozora dalam perbincangannya di kanal YouTube METRO TV pada Sabtu, (18//3/2023).
Awalnya ia menyebut pihak David Ozora hanya fokus kepada para pelaku yang terlibat dalam perencanaan sampai terjadi penganiayaan.
“Kami dari awal sudah fokus kepada siapa yang masuk kedalam ruang-ruang perencanaan sampai terjadi penganiayaan,” kata Mellisa.
“Tidak lagi kami melihat siapa yang memprovokasi, siapa yang memberi informasi, tetapi faktanya adalah siapa pelaku yang memberikan fasilitas, proses perencanaan, memberi tahu lokasinya,” lanjutnya.
Akan tetapi dari fakta yang didapat dalam rekonstruksi yang digelar pada 10 Maret 2023 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Mellisa menilai tidak ada kata-kata soal pelecehan.
“Mereka menyampaikan ada pelecehan, tapi dari reka adegan yang kemarin kita saksikan, pada saat rekonstruksi, tidak ada kata-kata konfirmasi terkait adanya pelecehan itu,” ungkap Mellisa.
“Dari letupan-letupan kata-kata dari para pelaku itu tidak ada,” tuturnya,
Melissa menuturkan bahwa secara logika jika ada pelecehan pasti Mario Dandy menyebut kata-kata yang berkaitan tentang pelecehan saat penganiayaan.
“Logikanya ketika orang dilecehkan atau ada perbuatan yang tidak baik pasti dia mengkonfirmasi, ketika melakukan persekusi dan lainnya,” tuturnya.
Faktanya kata-kata tersebut tidak ada yang terucap dari seorang Mario.
“Tetapi yang ada hanya kalimat arogansi ‘lu berani gak sama gua’ hanya itu, tidak ada kata-kata pelecehan ‘lu kok berani memperlakukan ini seperti ini’ kan gak ada,” sebut kuasa hukum David.
Lebih lanjut, Mellisa menegaskan pelecehan hanya sebagai tameng dan pembenaran.
Penganiayaan Mario Dandy merupakan luapan sikap arogansinya terhadap David.
“Sehingga kita melihat, pelecehan itu hanya sebagai tameng, sebagai pembenaran, bahwa yang dilakukan pada saat penganiayaan ini hanya bentuk Arogansi seseorang ini,” pungkas Mellisa.***

Share this article
Awalnya ia menyebut pihak David Ozora hanya fokus kepada para pelaku yang terlibat dalam perencanaan sampai terjadi penganiayaan.