AYOJAKARTA.COM – Kuasa Hukum keluarga Brigadir J yakni Kamaruddin Simanjuntak kembali membuat publik geger.
Kamaruddin Simanjuntak membuat pernyataan mengenai dugaan adanya operasi senyap dalam proses persidangan Putri Candrawathi.
Untuk diketahui, terdakwa Putri Candrawathi sebelumnya telah menjalani sidang tuntutan dan dituntut oleh jaksa dengan pidana 8 tahun.
Baca Juga: Wajib Tahu! Amalan Dahsyat Keluar Rumah, Syekh Ali Jaber: Dapat 5 Hadiah Dari Allah, Apa Saja?
Sontak saja tuntutan Putri Candrawathi yang lebih ringan dari Richard Eliezer yang justru dituntut 12 tahun pidana tersebut membuat banyak pihak kecewa.
Publik yang kecewa dengan tuntutan Putri Candrawathi tersebut salah satunya adalah Kamaruddin Simanjuntak.
Apalagi diketahui selama jalannya proses persidangan, terdakwa Putri Candrawathi memberikan keterangan dengan sangat berbelit-belit dan dinilai tidak jujur.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Uya Kuya TV pada (6/2/23), Kamaruddin menyebut jika tuntutan yang diberikan kepada Putri Candrawathi tersebut dipengaruhi oleh uang.
“Lalu mengapa yang belum bertobat justru ringan, yaitu PC. PC yang berbelit-belit padahal di aitu merancang pembunuhan dan ikut melakoni skenario itu,” kata Kamaruddin Simanjuntak.
“Saya dengan sangat menyesal harus saya katakana PC terlalu banya duitnya, Bharada Richard tak punya duit saya harus katakana itu,” imbuhnya.
Kuasa hukum keluarga Brigadir J tersebut juga menyebut jika Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo ini memiliki jumlah uang yang tak terduga berkaitan dengan konsorsium 303 atau praktik judi online.
Dimana nilai uang dari praktik judi online tersebut sangat fantastis yakni mencapai Rp155 triliun.
“Artinya PC ini pengaruhnya besar bersama Ferdy Sambo, hubungannya dengan banyak duit, judi online saja yang tadinya saya taksir Cuma beberapa triliun ternyata Rp155 triliun transaksinya bersama para mafia itu,” ungkap Kamaruddin.
Bahkan pihak PPATK juga menuturkan adanya transaksi Rp155 triliun dalam jaringan konsorsium 303 atau praktik judi online tersebut.
“Tapi yang jelas PPATK telah bekerja dan mengumumkan Rp155 triliun,” ungkap Kamaruddin Simanjuntak.
“Nah tugas KPK sekarang merespon PPATK siapa yang bertransaksi di dalam 155 triliun itu, kemana aliran dananya siapa yang menikmati, Lembaga mana saja,” imbuhnya.***

Share this article
Kamaruddin Simanjuntak pengacara keluarga Brigadir J bongkar operasi senyap tuntutan Putri Candrawathi dan judi online Rp155 triliun