AYOJAKARTA.COM– Jelang vonis dari Ferdy Sambo, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan banyaknya lobi hukum yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu hingga disebut gerakan bawah tanah.
Gerakan bawah tanah berupa lobi bahkan dibahas oleh Menkopolhukam Mahfud MD, yang mana membuat banyak masyarakat yang menyoroti kasus tersebut menjadi penasaran.
Mahfud MD sebelumnya meyakinkan bahwa jaksa akan menjadi pihak yang independen yang ma tidak akan terpengaruh oleh gerakan bawah tanah yang membuat masyarakat menjadi bertanya-tanya ada apa dibalik tuntutan seumur hidup Sambo.
“Ada yang bergerilya, ada yang ingin Sambo dibebaskan, ada yang ingin Sambo dihukum. Saya pastikan Kejaksaan independen dan tidak terpengaruh gerakan-gerakan bawah tanah,” jelas Mahfud MD.
Menanggapi isu gerakan bawah tanah, Kamaruddin Simanjuntak sebagai kuasa hukum keluarga Brigadir J buka suara.
“Jadi gerakan bawah tanah itu ada. Berapa banyak bintang yang datang ke kantor saya termasuk mengatur pertemuan di luar dan menjanjikan hal-hal besar. Tapi kami jelaskan, kami memiliki leluhur tidak ada garis keturunan penghianat,“ terang Kamaruddin Simanjuntak, dikutip dari siaran MetroTV pada Ahad, 5 Februari 2023.
Ia mengungkapkan tawaran banyak yang datang dari mereka yang memiliki ‘bintang-bintang,’ demi tidak mengungkapkan kasus pembunuhan Brigadir J.
Kamaruddin Simanjuntak juga menjelaskan bahwa ia telah menjelaskan pada semua pihak, yang mana ia terbuka apabila ada yang ingin menjelaskan dan meminta maaf pada keluarga korban, daripada memberikan tawaran yang mana ia tolak.
Secara gamblang, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan bahwa pihak lawan menggunakan teori manajemen ular.
“Manajemen ular, pegang kepalanya, body dan ekor akan ngikut. Jadi bukan Hakim dan Jaksa yang dilobi, tetapi atasannya yang dilobi,” tegas Kamaruddin Simanjuntak.
Baca Juga: Bela Richard Eliezer, Kamaruddin Simanjuntak Ibaratkan Bharada E Seperti Wayang, Kok Bisa ?
Bahkan Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan bahwa ia memiliki rekaman tentang hal itu, dan itulah alasan ia berani untuk berbicara. Secara langsung, Kamaruddin Simanjuntak bahkan berkeinginan untuk memperdengarkan rekaman yang dimilikinya.
“Saya punya rekaman itu, kalau berkenan diperdengarkan nanti tersendiri karena agak panjang rekaman itu. Bagaimana mereka mengontrol negara ini melalui kepala-kepala, pengusaha-pengusaha,” terang Kamaruddin Simanjuntak.
Kamaruddin bahkan mengungkapkan bahwa ia dijanjikan satu lantai gedung, secara lengkap. Seperti pohon sawit yang tinggal memetik buahnya. Kamaruddin juga mengungkapkan kepentingan orang-orang yang bersangkutan.
“Kepentingan akan sesuatu yang tidak lazim ia dapatkan, maka ia akan menekan bawahannya, dan hal itu lazim terjadi di kepolisian,” terang Kamaruddin Simanjuntak.
Kamaruddin memberikan contoh, misal saatnya menjalankan aturan undang-undang, tidak jarang pihak di kepolisian akan menjelaskan bahwa belum ada perintah atasan, hal yang membuat warganet juga memahami mengapa banyak polisi yang terseret pada kasus Ferdy Sambo.***
Share this article
Jelang vonis dari Ferdy Sambo, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan banyaknya lobi hukum yang dilakukan oleh oknum-oknum.