AYOJAKARTA.COM - Gerakan bawah tanah di kasus pembunuhan terhadap Brigadir J diyakini oleh Kamaruddin Simanjuntak benar-benar ada untuk menyelamatkan Ferdy Sambo dari jerat hukuman.
Hal ini disampaikan langsung oleh pengacara keluarga Brigadir J tersebut untuk menanggapi isu yang bermula dari pernyataan Mahfud MD tentang gerakan bawah tanah tersebut.
Dalam sebuah acara bertajuk “Kontroversi” di kanal YouTube MetroTV, Kamaruddin Simanjuntak menyatakan bahwa ia lah yang sebenarnya mendapati pertama kali gerakan bawah tanah tersebut.
“Jadi gerakan bawah tanah itu ada, bahkan yang pertama kali mengalami itu dalam kasus ini saya,” ujar Kamaruddin di program Kontroversi.
Selanjutnya, Kamaruddin Simanjuntak kemudian membeberkan tentang modus dari gerakan bawah tanah yang dilakukan dalam kasus Ferdy Sambo.
Berdasarkan pengamatannya, Kamaruddin menyebut modus yang digunakan dalam gerakan ini sebagai teori manajemen ular.
Adapun yang dimaksud dengan teori ini adalah sasaran atau target dari gerakan tersebut tidak mengarah kepada hakim atau jaksa sebagai garda utama, melainkan para atasan yang dilobi.
“Sekarang juga sama saja. Modusnya begini, mereka pakai teori manajemen ular. Pegang kepala, bodi atau perut sampai ekor itu ikut. Jadi bukan hakim dan jaksanya yang dilobi, (tapi) atasannya,” tutur Kamaruddin.
Tak main-main, Kamaruddin Simanjuntak bahkan memastikan bahwa dirinya memiliki bukti atas segala ucapannya tersebut.
“Saya punya rekaman tentang itu, kalau berkenan diperdengarkan nanti kita ambil momen tersendiri karena agak panjang rekaman itu," kata Kamaruddin.
"Bagaimana mereka mengontrol negara ini melalui kepala-kepala, melalui pengusaha-pengusaha,” lanjutnya.
Bak mengungkap dosa besar kepolisian, Kamaruddin Simanjuntak secara terang-terangan mengakui bahwa hal ini cukup lazim terjadi.
“Kepentingannya (kepala) adalah mendapatkan sesuatu atau hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya, maka dia tinggal tekan ke bawah dan itu lazim terjadi di kepolisian,” jelas Kamaruddin.
Walaupun demikian, pengacara dari keluarga Brigadir J tersebut tidak menyebutkan secara jelas siapa sosok yang menjadi tokoh utama di gerakan bawah tanah Ferdy Sambo ini.***

Share this article
Bak mengungkap dosa besar kepolisian, Kamaruddin Simanjuntak secara terang-terangan mengakui bahwa hal ini cukup lazim terjadi.