AYOJAKARTA.COM - Jaksa Penuntut Umum atau JPU bertanya Putri Candrawathi tentang perintahnya pada Ricky untuk menyiapkan mobil.
Akan tetapi pernyataan Putri Candrawathi kali ini dianggap aneh oleh Jaksa Penuntut Umum.
Hal itu terlihat saat JPU bertanya pada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menjawab dengan pernyataan yang dianggap tak masuk akal.
Sebelumnya, JPU bertanya tentang siapa yang ia perintahkan menyiapkan armada saat akan dibawa pergi dari Saguling menuju Duren Tiga.
Lalu Jaksa heran kenapa Putri Candrawathi tidak mengetahui siapa saja yang berada di dalam armada itu.
Baca Juga: Rocky Gerung Ceramah di Acara Maulid Nabi: Banyak Mengupas Al Quran dan Mengagumi Muhammad
Putri pun menjelaskan bahwa dirinya ketika itu sedang tidak enak badan, sehingga tidak memperhatikan sekelilingnya.
Bahkan ketika JPU bertanya mengenai mata Putri Candrawathi saat di dalam mobil apakah terpejam atau tidak.
Lagi-lagi istri Ferdy Sambo menjawab bahwa dia tidak tahu.
Justru menyampaikan dirinya mengetahui keberadaan anak buahnya setelah Bareskrim menyetel CCTV.
Namun pernyataan itu menimbulkan kecurigaan JPU, sebab menurutnya jawaban istri Ferdy Sambo itu tidak masuk akal.
Melansir dari kanal YouTube metrotvnews, Jaksa Penuntut Umum menyampaikan bahwa kesaksian Putri Candrawathi aneh.
"Kan aneh ini, tidak tahu tapi satu mobil, kan jadi lucu," ujar JPU.
Dan Putri masih berkelit hal itu terjadi karena dia tidak memperhatikan.
Putri Candrawathi ikut terseret dalam kasus yang menjerat suaminya yakni Ferdy Sambo.
Kasus pembunuhan yang diduga sudah terencana sejak lama ini menewaskan ajudannya, yang tak lain adalah Brigadir Joshua.
Brigadir J dibunuh atas tuduhan pelecehan seksual kepada Putri Candrawathi.
Meski begitu, kini terkuak fakta-fakta baru yang mengejutkan terkait tewasnya Joshua di Duren Tiga.
Yang awalnya terjadi usai peristiwa baku tembak dengan Bharada Richard Eliezer, kini ada pengakuan dari Bharada E kalau kejadian itu adalah penembakan.***

Share this article
Sebelumnya, JPU bertanya tentang siapa yang ia perintahkan menyiapkan armada saat akan dibawa pergi dari Saguling menuju Duren Tiga.