AYOJAKARTA.COM - Mendekati waktu pemilihan kepala daerah serentak, sejumlah tokoh nasional terus bermunculan untuk berlaga di Pilkada Jakarta.
Selain pasangan Aman atau Anies Baswedan- Sohibul Iman, Pilkada Jakarta juga menawarkan kandidat calon pasangan Kabah atau Kaesang-Babah Alun alias Jusuf Hamka.
Meski sejumlah nama terus bermunculan untuk ikut berlaga di Pilkada Jakarta, kesepakatan politik dari masing-masing pengusung masih belum sepenuhnya membulat.
Memiliki jumlah kursi parlemen terbanyak di Jakarta, dukungan PKS terhadap pasangan Aman belum mendapat restu dari PKB yang sudah lebih dulu menyodorkan Anies Baswedan.
Dianggap memiliki magnet politik yang sangat besar di Jakarta, sejumlah parpol juga berusaha untuk merebut Anies Baswedan dari tangan koalisi PKS dan PKB.
Sehubungan dengan tarik-ulur yang hingga hari ini masih terjadi, Politisi PKS Muhammad Iqbal memberikan tanggapan.
Menurut Iqbal, formulasi pencalonan pasangan Aman atau Anies Baswedan-Sohibul Iman yang dilakukan PKS sudah melalui banyak proses dan pertimbangan.
Sehingga pencalonan Anies-Iman, meski secara konstitusional belum bisa disebut final, sudah sangat sesuai dengan tipologi pemilih Jakarta.
Satu-satunya yang dibutuhkan parpol untuk bisa memenangkan Pilkada Jakarta, menurut Iqbal adalah dengan menggenapi jumlah batasan kursi.
Terlebih karena figur calon Gubernur yang diusung oleh PKS, memiliki berbagai akomodasi politik baik elektoral maupun pengalaman.
“Tingkat popularitas Anies sudah seratus persen, saya kira nggak ada warga DKI yang nggak kenal Anies,” ungkap Iqbal.
Selain menjadi kandidat Capres, hal penting yang membuat pasangan Aman perlu mendapat dukungan dari parpol lain adalah militansi para kader internal PKS.
Dengan militansi dan semangat yang kuat serta dukungan dari banyak pihak, peluang pasangan Aman untuk bisa menang di Pilkada Jakarta sangat terbuka.
“Jadi kami sangat optimis dengan pasangan ini, karena mereka memiliki semangat luar biasa dengan militansinya,” imbuh Iqbal.
Menurut Iqbal partai politik yang bersedia untuk mendukung pasangan Aman, tidak akan akan berujung dengan penyesalan.
Mencuatnya sejumlah nama tokoh yang terus ditawarkan sejumlah parpol untuk menjadi pendamping Anies, juga ditanggapi oleh Analis Politik M Qodari.
Menurut Qodari, salah satu persoalan krusial yang melatar-belakangi Pilkada Jakarta adalah minimnya jumlah perolehan kursi di parlemen.
Meski pasangan Anies-Iman atau Aman sudah relatif aman, namun secara prosedural masih jauh dari kata aman.
Langkah politik yang dilakukan PKS dengan menetapkan Sohibul Iman sebagai Cawagub, menurut Qodari merupakan strategi cerdas untuk mengkader Anies Baswedan.
“Kalau Anies menjadi PKS, wakilnya bisa dilepas ke partai lain,” ungkap Qodari. ***
Share this article
Menurut politisi PKS, pencalonan pasangan Anies Baswedan-Sohibul Iman yang dilakukan PKS sudah melalui banyak proses dan pertimbangan.