AYOJAKARTA.COM — Dalam survei terbaru yang dipaparkan oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, Anies Baswedan menunjukkan dominasi signifikan dalam bursa calon gubernur Jakarta 2024.
Namun, meski Anies unggul, tantangan serius tetap ada di depan mata.
Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang saat ini dianggap sebagai pesaing berat Anies, berpotensi kalah.
Hal ini karena masih terbayang oleh kasus polarisasi masa lalu.
Baca Juga: Ramai Ahok Maju di Pilkada Jakarta 2024, Ini Kilas Balik Perolehan Suara Anies vs Ahok Tahun 2017
Menurut Muhtadi, jika peta politik tetap pada tiga poros, sulit bagi lawan-lawan Anies untuk bersaing secara seimbang.
Sebaliknya, Muhtadi memprediksi kompetisi yang lebih ketat akan muncul jika Pilkada Jakarta mengerucut pada dua poros.
“Dua poros itu bukan Ahok lawan Anies karena kemungkinan besar Ahok akan kalah dengan mudah melawan Anies,” ujar Burhanuddin Muhtadi, dikutip dari kanal YouTube METRO TV pada Jumat, 26 Juli 2024.
Dalam skenario ini, pertarungan antara Ahok dan Ridwan Kamil bisa menjadi lebih relevan.
“Tetapi Ahok versus Ridwan Kamil karena basis pendukung Ahok yang tidak masuk ke gelanggang, jika Ahok tidak mendapatkan tiket itu lebih banyak yang lari ke Ridwan Kamil ketimbang ke Anies,” imbuhnya.
Basis pendukung Ahok yang tidak mendapatkan tiket kemungkinan besar akan beralih ke Ridwan Kamil, memberikan keuntungan tambahan bagi Ridwan Kamil.***

Share this article
Menurut Muhtadi, jika peta politik tetap pada tiga poros, sulit bagi lawan-lawan Anies untuk bersaing secara seimbang.