AYOJAKARTA.COM – Putusan Mahkamah Konstitusi terkait syarat pencalonan Kepala Daerah membuat konstelasi Pilgub Jakarta dan wilayah lain berubah.
Sempat lahir wacana calon tunggal dan kotak kosong di Pilgub Jakarta, dinamika politik berbalik pasca lahirnya putusan Mahkamah Konstitusi.
Karier politik Anies Baswedan yang sempat dianggap redup di Pilgub Jakarta kembali hidup setelah setiap parpol memiliki peluang untuk mencalonkan kader terbaiknya.
Menjadi partai politik dengan jumlah perolehan kursi terbesar kedua di Jakarta setelah PKS, PDIP disebut-sebut akan menjadi kendaraan bagi Anies Baswedan.
Baca Juga: Relawan Abah Sebut Kunci yang Memungkinan Anies Baswedan untuk Maju Pilgub Jakarta, Apa Itu?
Meski nama Anies banyak mendapat sorotan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri justru memberi sinyalemen penolakan.
Dalam pidato di hadapan para kader, Megawati memberi isyarat agar Anies bersedia nurut jika ingin maju bersama PDIP.
“Ngapain dukung Pak Anies, kalau mau sama PDI jangan kaya gitu dong ya, mau nggak nurut? Enak amat sekarang kita dicari dukungannya,” ungkap Megawati Soekarnoputri dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews, Sabtu (24/8/2024).
Sehubungan dengan pernyataan Megawati tersebut, politisi sekaligus Juru Bicara PDIP Aryo Seno Bagaskoro memberi tanggapan.
Menurut Seno, pernyataan Ketua Umum Megawati tak secara otomatis menutup peluang Anies Baswedan untuk bisa berlayar di Pilgub Jakarta bersama PDIP.
Meski PDIP memiliki sejumlah kader potensial dan masuk dalam radar elektabilitas tertinggi, peluang bagi Anies menurut Seno tetap terbuka.
Esensi pernyataan Ketua Umum PDIP lebih kepada komitmen Anies untuk bisa mengikuti setiap mekanisme partai.
“Apakah nanti dalam pengusungan Pak Anies berkenan untuk mengikuti mekanisme partai dan serta merta akan nurut dengan ideologi konstitusi secara konsisten,” ungkap Seno.
Baca Juga: Anies Baswedan Harus Nurut Jika Diusung PDIP di Pilgub Jakarta? Begini Kata Chico Hakim
Terkait figur paslon, Seno tak menyangkal bahwa Anies serta Ahok memiliki peluang untuk meraih suara terbanyak di Pilgub Jakarta.
Meski demikian, PDIP hingga saat ini masih akan terus melakukan pembahasan mendalam terkait pasangan yang akan diusung untuk menghadapi KIM Plus.
Cagub-cawagub yang akan ditetapkan sebagai lawan bagi pasangan Rawon atau Ridwan Kamil-Suswono, menurut Seno akan dipublikasikan sebelum 27 Agustus 2024.
Guna mengoptimasi kesempatan menang di Pilgub Jakarta, proses komunikasi politik dengan Anies Baswedan menurut Seno telah dilakukan.
Pernyataan Seno perihal komunikasi politik dengan PDIP juga disampaikan Angga Putra Fidrian selaku Juru Bicara Anies Baswedan.
Menurut Angga, komunikasi politik antara Anies dengan sejumlah petinggi senior PDIP sudah dilakukan sejak lama.
“Tinggal komunikasi formal antara Pak Anies dengan PDIP dan sejauh ini komunikasi lancar,” ungkap Angga.***

Share this article
Jubir bocorkan peluang Anies Baswedan maju di Pilgub Jakarta dengan diusung PDIP, ungkap sejauh ini komunikasi lancar.