AYOJAKARTA.COM - Badan Pusat Statistik (BPD) Provinsi DKI Jakarta telah mencatat presentase penduduk miskin di Jakarta.
Kemiskinan di Indonesia khususnya di Jakarta memang menjadi salah satu masalah utama yang perlu diatasi.
Kenaikan harga bahan pangan dan sandang juga bisa menjadi salah satu faktor utama adanya kemiskinan di Jakarta.
Namun, kabar baiknya pada Maret 2024 persentase penduduk di Jakarta mengalami penurunan.
Hal itu dicatat BPS yang menyebutkan persentase penduduk miskin yakni sebesar 4,30 persen atau menurun 0,14 persen poin pada Maret 2023 yang sebesar 4,44 persen.
Jumlah penduduk miskin sebesar 464,93 ribu orang yang artinya 12,9 ribu orang terhadap Maret 2023 yang sebesar 477,83 ribu orang.
Baca Juga: Wajib Tahu! 5 Tips Cari Kos di Jakarta, Pasti Nyaman dan Tak Salah Pilih
Adapun garis kemiskinan di Jakarta pada Maret 2024 tercatat sebanyak Rp825.288/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp571.647/kapita/bulan (69,27 persen) serta Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp 253.641/kapita/ bulan (30,73 persen).
Di bulan yang sama, tercatat rata-rata rumah tangga miskin di Jakarta memiliki 4,92 orang anggota rumah tangga.
Sehingga besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata yaitu sebesar Rp 4.060.417/rumah tangga miskin/bulan.
Adanya penurunan angka kemiskinan di Jakarta tentu hal yang baik.
Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) secara konsisten disalurkan dengan tepat sasaran yang diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran penduduk miskin.
Demikian informasi tentang presentase jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta yang dikutip Ayojakarta dari laman jakarta.bps.go.id pada Rabu (16/10/2024).***

Share this article
Data BPS mengungkapkan bahwa jumlah penduduk miskin di Jakarta menurun 12,9 ribu orang di tahun 2024.