AYOJAKARTA.COM -- Kota Jakarta sepertinya masih menjadi magnet bagi penduduk dari berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai pusat pemerintahan, bisnis, dan budaya, kota ini terus mengalami peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya.
Berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia 2020–2035 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk DKI Jakarta pada tahun 2024 mencapai sekitar 10,68 juta jiwa.
Angka tersebut mengalami peningkatan sekitar 70 ribu jiwa dalam tiga tahun terakhir, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2021 yang mencapai 10,61 juta jiwa.
Lonjakan jumlah ini menempatkan DKI Jakarta di peringkat keenam provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, di mana Jawa Barat tetap menjadi yang teratas dengan penduduk lima kali lebih banyak dari Jakarta.
Pada tahun 2024, sex ratio atau rasio jenis kelamin di DKI Jakarta mencapai 101,13. Artinya, untuk setiap 101 laki-laki, terdapat 100 perempuan.
Rasio ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki dan perempuan di Jakarta hampir seimbang.
Sementara jika dilihat dari segi usia, penduduk DKI Jakarta didominasi penduduk usia produktif berusia 15–64 tahun, yang mencapai 71,42 persen dari total populasi.
Persentase ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Jakarta berada pada usia bekerja, yang mendukung perekonomian kota.
Di sisi lain, penduduk yang belum memasuki usia produktif, yaitu kelompok 0–15 tahun, tercatat sebanyak 21,74 persen.
Adapun penduduk yang telah melewati usia produktif, yakni lebih dari 64 tahun hanya sekitar 6,84 persen dari total populasi.
Secara keseluruhan, dengan kondisi penduduk yang didominasi oleh usia produktif, Jakarta memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama dalam aspek ekonomi dan tenaga kerja.***

Share this article
Berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia 2020–2035 yang dirilis BPS, jumlah penduduk Jakarta pada tahun 2024 mencapai sekitar 10,68 juta jiwa