AYOJAKARTA.COM -- Pengangguran adalah sebuah masalah sekaligus tantangan utama yang saat ini sedang dihadapi beberapa daerah yang ada di Indonesia.
Jumlah pengangguran di Jakarta berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per 25 April 2024 mencapai 6,53 persen.
Dari banyaknya tingkat pengangguran tersebut menunjukkan bahwa harus adanya upaya yang dilakukan agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi.
Baca Juga: Statistik Penggunaan MRT, LRT, dan Transjakarta di Agustus 2024: Mana Pilihan Utama Warga Jakarta?
Masalah pengangguran ini juga harus menjadi perhatian yang serius bagi Pemerintah dan masyarakat.
Menurut data BPS, jumlah pengangguran paling banyak dari tahun ke tahun berdasarkan lulusan SMA umum. Angka pengangguran lulusan SMA pada data terbaru BPS mencapai 8,35 %.
Lalu, berapa angka pengangguran dari 3 tahun terakhir berdasarkan jenjang pendidikan yang lain?
Dikutip Ayojakarta.com dari laman Jakarta.bps.go.id, pada Rabu, 16 Oktober 2024, berikut ini data lengkap angka pengangguran yang ada di Jakarta.
Baca Juga: Mana yang Paling Bikin Macet? Ini Jumlah Kendaraan Bermotor di Jakarta Menurut Jenisnya
1. SD
2021: 4,77
2022: 3,13
2023: 3,81
2. SMP
2021: 7,19
2022: 7,24
2023: 7,93
3. SMA Umum
2021: 10,85
2022: 9,32
2023: 8,35
4. SMK
2021: 10,70
2022: 8,97
2023: 7,39
5. Diploma I/II/III
2021: 4,79
2022: 3,42
2023: 2,77
6. Universitas
2021: 7,37
2022: 5,55
2023: 4,80
7. Total
2021: 8,50
2022: 7,18
2023: 6,53
Cara Mengurangi Pengangguran
1. Meningkatkan Program Pelatihan Keterampilan
Pemerintah bisa menyediakan lebih banyak pelatihan keterampilan yang relevan dengan yang dibutuhkan oleh pekerjaan saat ini seperti keterampilan teknologi, manufaktur, dan jasa.
2. Mengembangkan Sektor UMKM
Bagi masyarakat disarankan untuk bisa mendirikan usaha sendiri atau mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jakarta.
Nah, itulah angka pengangguran yang ada di Jakarta berdasarkan pendidikan yang harus kamu ketahui.

Share this article
Jumlah pengangguran di Jakarta berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per 25 April 2024 mencapai 6,53 persen.