AYOJAKARTA.COM — Jakarta masih menghadapi masalah pengangguran, terlepas dari kedudukannya sebagai pusat perekonomian terbesar di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jakarta tercatat sebesar 6,03 persen pada Februari 2024.
Meski angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 1,54 persen poin dibandingkan dengan Februari 2023, tetapi masalah ketenagakerjaan nyatanya masih terus jadi tantangan besar di Jakarta.
Baca Juga: 7 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Konon Banyak Jadi Pengangguran, Valid Gak Nih?
Menariknya, BPS turut mengungkap sebuah fakta mengejutkan mengenai tingkat pengangguran di Jakarta yang ternyata lebih tinggi di kalangan laki-laki dibandingkan perempuan.
BPS mencatat bahwa pada Februari 2024, TPT laki-laki di Jakarta mencapai 6,13 persen, lebih tinggi daripada TPT perempuan yang berada di angka 5,88 persen.
Meski keduanya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan TPT laki-laki turun sebesar 2,23 persen poin dan TPT perempuan turun sebesar 0,43 persen poin, namun laki-laki masih mendominasi angka pengangguran di Jakarta.
Lantas, mengapa hal itu bisa terjadi?
Usut punya usut, perbedaan tingkat pengangguran antara laki-laki dan perempuan ini salah satunya dipengaruhi oleh Tingkat Kesempatan Kerja (TKK).
Pada Februari 2024, TKK perempuan tercatat sebesar 94,12 persen, lebih tinggi dibandingkan TKK laki-laki yang sebesar 93,87 persen.
Hal itu mengindikasikan bahwa perempuan memiliki peluang yang lebih baik untuk memperoleh pekerjaan di Jakarta dibandingkan laki-laki.
Faktor-faktor sosial, peran gender dalam pekerjaan tertentu, atau preferensi sektor pekerjaan juga dianggap turut berperan dalam fenomena ini.
Jadi, itulah data BPS mengenai pengangguran di Jakarta yang ternyata masih didominasi oleh laki-laki.***

Share this article
Pengangguran di Jakarta masih tinggi pada 6,03%, dengan laki-laki lebih mendominasi dibandingkan perempuan, meski terjadi penurunan TPT.