AYOJAKARTA.COM – Pengeluaran rumah tangga di DKI Jakarta tak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan tetapi juga konsumsi rokok.
Rokok menjadi salah satu komoditas dengan porsi pengeluaran cukup tinggi khususnya di keluarga berpenghasilan rendah.
Dikutip ayojakarta.com dari jakarta.bps.go.id pada Senin (4/11/2024), pengeluaran perkapita konsumsi rokok dan tembakau di Jakarta berada di posisi ketiga dari total pengeluaran konsumsi makanan perkapita.
Di urutan pertama, pengeluaran perkapita ditempati kelompok makanan dan minuman jadi.
Baca Juga: Whoosh Luncurkan Tarif Promo Rp50 Ribu Tapi Bukan Tujuan ke Jakarta, Lalu ke Mana?
Sementara, pengeluaran perkapita di urutan kedua ditempati untuk membeli ikan.
Dalam sebulan, sebanyak 7,67 persen dari total pengeluaran makanan atau sekitar Rp80.937,53 dihabiskan untuk membeli rokok dan tembakau.
Pengeluaran untuk rokok dan tembakau lebih tinggi terdapat pada golongan pengeluaran yang tinggi juga.
Jumlah pengeluaran untuk rokok dan tembakau pada golongan pengeluaran terbawah sebesar Rp38.449,98/kapita/bulan.
Sementara golongan pengeluaran tertinggi mencapai Rp99.090,97/kapita/bulan.
Proporsi pengeluaran rokok terhadap pengeluaran makanan pada masing-masing golongan pengeluaran menunjukan hal yang sebaliknya.
Diketahui, proporsi pengeluaran rokok terhadap total pengeluaran makanan justru lebih tinggi pada golongan pengeluaran rendah.
Golongan terbawah pengeluaran rokok mencapai 15,22 persen dari total pengeluaran makanan.
Angka tersebut menunjukan dua kali lipat dibanding dengan proporsi pengeluaran pada golongan teratas (7,48 persen).
Jika melihat dari jenis rokok yang dikonsumsi, sebagian besar membeli rokok berjenis kretek filter.
Rata-rata pengeluaran untuk membeli rokok kretek filter di Jakarta adalah sekitar Rp63.109,78/kapita/bulan dan rokok putih sebesar Rp11.569,75/kapita/bulan.
Sebanyak 54,47 persen rumah tangga di Jakarta mempunyai pengeluaran untuk membeli rokok.
Berdasarkan kuintil pengeluaran, persentase rumah tangga yang memiliki pengeluaran tersebut berkisar antara 54-61 persen.
Pada kelompok pengeluaran teratas, persentase rumah tangga yang mempunyai pengeluaran tersebut hanya mencapai 36,15 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran untuk rokok dan tembakau lebih banyak pada kelompok pengeluaran rendah dan menengah.***

Share this article
Inilah kelompok rumah tangga dengan pengeluaran terbanyak untuk rokok dan tembakau di Jakarta berdasarkan data BPS.