AYOJAKARTA.COM -- Konsumsi warga DKI Jakarta untuk membeli rokok ternyata cukup tinggi.
Rokok jadi salah satu komoditas yang berkontribusi terhadap pengeluaran rumah tangga.
Dalam sejumlah survei dan studi, rokok tercatat sebagai salah satu komoditas dengan porsi pengeluaran yang cukup tinggi.
Itu terjadi terutama di kalangan keluarga berpenghasilan rendah hingga menengah.
Tingginya konsumsi rokok ini bukan hanya mempengaruhi kesehatan masyarakat.
Tetapi juga berdampak pada alokasi anggaran rumah tangga, yang seharusnya dapat digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih esensial, seperti pendidikan dan kesehatan.
Dilansir Ayojakarta.com dari jakarta.bps.go.id, Selasa 5 November 2024, pengeluaran per kapita konsumsi rokok dan tembakau di Jakarta menempati posisi ketiga dari total pengeluaran konsumsi.
Pengeluaran terbanyak untuk makanan dan minuman jadi. Ikan menempati posisi kedua.
Rata-rata sebanyak 7,67 persen dari total pengeluaran makanan ata Rp 80.937.53 dihabiskan seseorang sebulan untuk mengkonsumsi rokok dan tembakau.
Pengeluaran untuk rokok dan tembakau pada golongan pengeluaran terbawah mencapai Rp 38.449,98/kapita/bulan.
Sementara pada golongan pengeluaran tertinggi mencapai Rp 99.090,97/kapita/bulan.
Baca Juga: Cara Seseorang Memegang Rokok Bisa Ungkap Kepribadian dan Karakter Dasar, Kamu Nomor Berapa?
Proporsi pengeluaran rokok dan tembakau terhadap total pengeluaran makanan pada masing-masing golongan pengeluaran menunjukkan hal yang sebaliknya.
Proporsi pengeluaran rokok dan tembakau terhadap total pengeluaran makanan lebih tinggi pada golongan pengeluaran yang lebih rendah.
Pada golongan terbawah proporsi pengeluaran rokok dan tembakau mencapai 15,22 persen dari total pengeluaran makanan.
Angka tersebut adalah 2 kali lipat dibandingkan dengan proporsi pengeluaran pada golongan pengeluaran teratas (7,48 persen).
Baca Juga: 3 Jenis Makanan yang Lebih Berbahaya Dibanding Rokok, Ternyata Bisa Sebabkan Kanker loh
Dilihat menurut jenis rokok yang dikonsumsi, sebagian besar rokok yang dikonsumsi adalah berjenis rokok kretek filter.
Rata-rata pengeluaran rokok kretek filter penduduk Jakarta adalah sekitar Rp 63.109,78/kapita/bulan.
Diikuti dengan rokok putih sebesar Rp 11.569,75/kapita/bulan.
Sekitar separuh atau sebanyak 53,47 persen rumah tangga di Jakarta memiliki pengeluaran untuk rokok dan tembakau.

Share this article
Dalam sejumlah survei dan studi, rokok tercatat sebagai salah satu komoditas dengan porsi pengeluaran yang cukup tinggi.