AYOJAKARTA.COM - Data Susenas Maret 2023 menangkap fakta yang menarik tentang status Kesehatan perempuan di DKI Jakarta.
Dilansir dari data Badan Pusat Statistik DKI Jakarta bahwa hasil menunjukkan perempuan memiliki angka kesakitan yang lebih tinggi timbang laki-laki.
Angka kesakitan tersebut diukur melalui persentase penduduk yang mengalami keluhan hingga terganggu aktivitasnya pada perempuan mencapai 37,24%, sedangkan pada laki-laki hanya 20,58%.
Sebagai kepala rumah tangga dan beban ekonomi seringkali mereka pikul sebagai perempuan.
Selain itu, banyak juga para Wanita di Jakarta bekerja serabutan sebagai kepala rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehingga Kesehatan tidak mereka pikirkan.
Sebuah analisis dari BPS menunjukkan bahwa angka kesakitan pada perempuan kepala rumah tangga di Jakarta Utara paling tinggi dibanding yang lain.
Kepala rumah tangga perempuan di Jakarta utara yang mengalami keluhan Kesehatan ada lebih dari separuh, atau sekitar 50,15%.
Kemudian untuk presentase terbesar kedua berada di Kota Jakarta Pusat sebesar 41,39%, lalu Jakarta Selatan 38,02%, Jakarta Timur 32,81%, kepulauan Seribu 31,70% dan yang terendah ada di kota Jakarta Barat dengan jumlah 30,14%.
Peningkatan angka kesakitan ini rata-rata karena dipengaruhi oleh faktor usia yang sudah lebih dari 50 tahun.
Dengan bertambah usia perempuan, semakin besar pula kemungkinan mengalami keluhan Kesehatan.
Sebuah data menunjukkan bahwa persentase terbesar perempuan kepala rumah tangga yang mempunyai keluhan Kesehatan ada di kelompok usia lebih dari 50 tahun, terutama yang berada di Jakarta Timur.
Keluhan tentang Kesehatan perempuan kepala rumah tangga sebenarnya dapat menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari.
Persentase perempuan terganggu dalam aktivitasnya adalah akibat keluhan Kesehatan yang berada di kelompok usia 50 tahun ke atas di angka 87,01%.
Data tersebut menunjukkan bahwa perempuan di Jakarta menghadapi tantangan Kesehatan yang cukup signifikan.
Peran para perempuan sebagai kepala rumah tangga seringkali mereka pikul jadi sebuah factor yang dapat mempengaruhi Kesehatan.
Peningkatan pengetahuan dan kesadaran perilaku hidup sehat begitu penting bagi kaum hawa dalam menjaga Kesehatan diri dan keluarga.
Mengaplikasikan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, makan-makanan bergizi, istirahat cukup, kurangi konsumsi garam dan gula serta menjaga kebugaran tubuh jadi kunci menjaga Kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup sehat.
Pemerintah dan berbagai pihak perlu berupaya untuk meningkatkan akses perempuan terhadap pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Tembok Baru Timnas Indonesia! Erick Thohir Pastikan Kevin Diks Main Lawan Jepang
Selain itu bisa memberikan edukasi dan dukungan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya hidup yang sehat bagi perempuan.
Dengan seperti itu, para perempuan dapat berperan aktif dalam membangun keluarga dan masyarakat sehat dan sejahtera.

Share this article
Badan Pusat Statistik DKI Jakarta menyebut hasil menunjukkan perempuan memiliki angka kesakitan yang lebih tinggi timbang laki-laki.