AYOJAKARTA.COM – Ramai dugaan kecurangan dalam Pilkada Jakarta masih terus dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pasangan Rido.
Selain berbentuk sembako dan pembagian uang tunai, dugaan terjadinya kecurangan Pilkada Jakarta juga dilakukan dengan cara melubangi surat suara oleh Petugas KPPS.
Sehingga berbagai bentuk dugaan kecurangan Pilkada Jakarta yang menguntungkan salah satu paslon tersebut, perlu dilakukan pendalaman dan pengkajian.
Baca Juga: Review POCO F4 GT: HP Desain Keren yang Punya Performa Kencang Pakai Snapdragon 8 Gen 1
Pernyataan terkait adanya dugaan kecurangan Pilkada Jakarta tersebut disampaikan langsung oleh Jubir pasangan Rido, Cheryl Tanzil.
Dalam keterangannya Cheryl menyebut, saat ini pihaknya telah menemukan sejumlah bukti pelanggaran Pilkada dari sejumlah wilayah di Jakarta.
Selain sembako di Kepulauan Seribu, dugaan pelanggaran dengan cara melubangi surat suara oleh Petugas juga terjadi di salah satu TPS wilayah Pinang Ranti, Jakarta Timur.
“Sedang kita susun untuk kita laporkan, misalnya di TPS Pinang Ranti, bahkan Ketua KPPS-nya yang meminta agar mencoblos sekitar 18 kertas suara,” jelasnya.
Lebih lanjut Cheryl menambahkan, setelah proses pengumpulan bukti dan pendalaman menyangkut aspek hukum oleh tim, langkah pelaporan akan segera ditempuh.
Karena itu, Cheryl menghimbau agar masyarakat dapat secara aktif bersedia melakukan pelaporan jika menemukan adanya dugaan praktik kecurangan terkait Pilkada Jakarta.
Wacana terkait beragam bentuk kecurangan dalam Pilkada Jakarta mulai semakin menguat usai hasil perhitungan cepat menempatkan paslon nomor urut tiga sebagai juara.
Baca Juga: Pendaftaran PPG Guru 2024: Ini Solusi Mengatasi Kendala Informasi Verval Ijazah
Sehubungan dengan besarnya perolehan suara yang diperoleh pasangan Pramono-Rano dan dugaan praktik kecurangan, Aris Setiawan Yodi selaku Jubir memberi tanggapan.
Menurut Aris, tingginya elektabilitas Pramono-Rano bersumber dari dukungan masyarakat Jakarta sehingga peluang untuk berani melakukan kecurangan sangat minim.
Selain karena PDIP selaku partai pengusung tidak mendapat dukungan partai parlemen, kemenangan juga disebabkan oleh peran seluruh warga Jakarta dan aparatur negara.
“Paslon Satu ada 14 partai bahkan ada yang Ketumnya menjadi Presiden, jadi jangankan kita mau berbuat curang, punya niat curang aja takut,” ungkap Aris.
Aris menilai, jangkauan kekuatan partai pendukung Rido dan pengawasannya berada jauh melebihi PDIP yang mengusung Pramono-Rano di Pilkada Jakarta.
Terkait dengan adanya polemik dugaan kecurangan saat pelaksanaan Pilkada Jakarta, Jubir pasangan independen ikut memberi tanggapan.
Menurut Siti Fadila Supari, kecurangan dalam kontestasi pemilihan seperti Pilkada merupakan hal yang sulit dihindari oleh pihak yang mementingkan kekuasaan.
Keinginan untuk bisa mempertahankan kekuasaan dan melanggengkan dominasi, menjadi dasar lahirnya berbagai macam dan corak kecurangan.
“Saya sungkan menyebutnya, dua paslon itu hampir sama karena itu sudah dari sananya, petugas partai memang duitnya berlimpah,” jelas Siti Fadila. ***

Share this article
Ramai dugaan kecurangan dalam Pilkada Jakarta masih terus dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pasangan Rido.