AYOJAKARTA.COM - Jakarta di masa libur Lebaran menunjukkan wajah yang berbeda dari hari-hari biasa.
Melalui situasi terkini di Bundaran HI, terlihat bahwa ibu kota memang mengalami penurunan volume kendaraan yang signifikan.
Namun menariknya, alih-alih menjadi kota mati, kawasan-kawasan ikonik Jakarta seperti Bundaran HI justru ramai dikunjungi warga yang tidak mudik.
Bundaran HI sendiri telah didekorasi khusus dengan ornamen Lebaran, termasuk dekorasi masjid di tengah bundaran yang menjadi spot favorit untuk berfoto.
Baca Juga: Niat Puasa Syawal Bacaan Arab-Latin dan Artinya, Serta Keutamaannya
Banyak warga Jakarta memanfaatkan momen ini untuk mengabadikan kebersamaan dengan keluarga di tengah keindahan lampu gedung-gedung pencakar langit yang menghiasi malam Jakarta saat libur Lebaran.
Seorang pedagang kopi keliling yang berjualan di kawasan Bundaran HI, Mas Andi, mengkonfirmasi ramainya pengunjung selama libur Lebaran.
"Lebih ramai soalnya lebih ramai kalau hari biasa kan sepi kalau hari libur kan ramai banyak pengunjung," ungkap Mas Andi ketika diwawancarai.
Dari pagi hari hingga malam, Mas Andi telah menjual sekitar 30 gelas kopi, jauh lebih banyak dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Menariknya, Mas Andi sendiri adalah perantau dari Madura yang tidak mudik karena kendala ekonomi. "Ongkos mahal," jelasnya singkat saat ditanya mengapa tidak pulang kampung.
Mas Andi yang baru sebulan bekerja di Jakarta ini menambahkan, "Sebenarnya pengin mudik," namun karena keterbatasan ekonomi, ia berencana untuk pulang keesokan harinya.
Fenomena Mas Andi ini menjadi cerminan dari banyak perantau lain yang memilih tetap di Jakarta selama libur Lebaran karena alasan ekonomi.
Tingginya jumlah warga yang tetap bertahan di Jakarta selama Lebaran selaras dengan data dari Kementerian Perhubungan yang mencatat penurunan jumlah pemudik tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.
Para pengunjung Bundaran HI menikmati suasana kota yang lengang dari kendaraan bermotor, meski sesekali masih terlihat motor-motor besar yang melintas dengan suara bising.
Pengunjung duduk santai di pinggiran bundaran, menikmati minuman dari pedagang seperti Mas Andi, sambil memandangi keindahan kota di malam hari.
Penurunan volume kendaraan namun tetap ramainya pengunjung di tempat-tempat wisata kota menciptakan fenomena yang menarik yaitu 'Jumlah kendaraannya keluar banyak tapi ternyata masih banyak pemudik yang bertahan di Jakarta'.
Meski tidak mudik, tradisi Lebaran tetap dirayakan dengan makan opor dan lontong, meskipun dengan pengurangan cabai karena harganya sedang tinggi, sesuai dengan usulan Presiden untuk mengurangi konsumsi makanan pedas.***
Share this article
Melalui situasi terkini di Bundaran HI, terlihat bahwa Jakarta memang mengalami penurunan volume kendaraan yang signifikan.