AYOJAKARTA.COM - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di pesisir utara Jakarta.
Ia menyebut bahwa pembangunan mega infrastruktur ini memerlukan anggaran besar, diperkirakan mencapai Rp123 triliun.
Menurut AHY, proyek ini merupakan strategi jangka panjang untuk mengantisipasi berbagai ancaman seperti banjir rob, penurunan permukaan tanah, serta naiknya muka air laut yang kian membahayakan wilayah pesisir Jakarta.
Baca Juga: Pendaftaran SPMB Jabar 2025 Tahap 1 Dibuka, CMB Ikuti Tutorial Ini agar Pendaftaranmu Sukses
"Proyek ini masih dalam tahap pengkajian. Karena skalanya sangat besar, tentu kita harus cermat dan inklusif dalam memutuskan. Tidak bisa buru-buru," ujar AHY dalam keterangan resminya.
Proyek Besar Bernilai Triliunan Rupiah
Berdasarkan studi awal, tanggul laut raksasa yang direncanakan akan membentang sepanjang 41 kilometer ini diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp123 triliun.
Proyek ini termasuk dalam rencana besar untuk melindungi kawasan pesisir Jakarta dari potensi bencana lingkungan jangka panjang.
Baca Juga: Pramono Anung Umumkan Pemutihan Denda Pajak di Jakarta, Ini Ketentuan Lengkapnya!
Namun, AHY mengingatkan bahwa pembangunan fisik tanggul saja masih tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan banjir dan krisis air.
Solusi Menyeluruh dari Hulu ke Hilir
AHY menekankan bahwa pendekatan pembangunan harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari wilayah hulu hingga hilir.
Pemerintah juga harus memperhatikan faktor-faktor lain seperti penanganan air rob, pembangunan embung, sistem tampungan air hujan, hingga normalisasi sungai.
Baca Juga: Bocoran Terbaru! Spesifikasi Tecno Pova Curve 5G: HP Layar Lengkung Rp3 Jutaan, Performa Ngebut
“Pengendalian banjir dan rob perlu didukung dengan infrastruktur penunjang yang kuat, termasuk sistem penyediaan air bersih untuk mengurangi penggunaan air tanah secara berlebihan,” jelasnya.
Ajakan untuk Prioritaskan Pembangunan Berkelanjutan
Selain mengatasi risiko banjir, AHY menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur air bersih yang berkelanjutan agar masyarakat Jakarta tidak terus bergantung pada sumur bor yang mempercepat penurunan muka tanah.
Dalam kesempatan tersebut, AHY mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan proyek tanggul laut raksasa ini sebagai momen evaluasi dan penentuan prioritas nasional di bidang infrastruktur dan perlindungan lingkungan.***

Share this article
AHY ungkap rencana Giant Sea Wall Jakarta sepanjang 41 km senilai Rp123 T untuk atasi banjir & rob, kini masih tahap kajian menyeluruh.