AYOJAKARTA.COM - Sosok Rafael Alun Trisambodo saat ini tengah ramai jadi bahan perbincangan masyarakat.
Namanya ramai disebut usai tindakan tak terpuji yang dilakukan oleh sang anak yakni Mario Dandy Satrio.
Seperti yang diketahui, Mario Dandy Satrio (20) saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan terhadap David anak petinggi GP Ansor.
Baca Juga: Ayah David Ungkap Telah Miliki Data Penguat Keterlibatan Pacar Mario Dandy: Kita Tunggu Kejutan Baru
Namun tidak hanya melakukan penganiayaan terhadap David, Mario Dandy juga diketahui kerap pamer kekayaan.
Hal tersebut yang kemudian membuat harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo selaku ayah Mario Dandy jadi sorotan publik.
Pasalnya, Rafael Alun Sambodo memiliki kekayaan yang tak wajar dan juga fantastis yakni senilai Rp56 miliar.
Bahkan diinformasikan juga jika pihak KPK akan bertindak cepat untuk segera melakukan pemeriksaan terkait harta kepemilikan Rafael Alun Trisambodo tersebut.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @btp_ahok pada Selasa (28/2/2023), ditengah hebohnya kasus penganiayaan yang dilakukan oleh anak pejabat Dirjen Pajak tersebut, kembali viral pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau lebih dikenal dengan panggilan Ahok.
Bahkan pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta yang menyinggung soal harta pejabat tersebut dianggap kembali terbukti.
Terbuktinya pernyataan Ahok tersebut salah satunya dikaitkan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy yang kemudian membuat harta sang ayah yakni Rafael Alun Trisambodo terkuak ke publik.
Untuk diketahui, Rafael Alun Trisambodo sendiri sempat menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu kanwil Jakarta Selatan II sebelum akhirnya dicopot.
Dalam pernyataannya yang kembali viral, Ahok sempat menyebut jika negara tidak berani membuktikan harta pejabat, rakyat mau demo seperti apapun akan percuma.
“Saya cuma minta saya teriak-teriak, saya bilang aktivis-aktivis mana ngomongnya, saya cuma bilang republik ini kalau tidak berani pembuktian terbalik harta pejabat selamanya anda teriak nggak ada guna percaya sama saya deh,” ujar Ahok dalam pernyataannya yang kembali viral.
Ahok bahkan menantang pemerintah untuk berani membuktikan harta yang dimiliki oleh pejabat serta sesuai atau tidaknya pajak yang ia bayar dan juga biaya hidup pejabat tersebut.
“Mahasiswa mau mati-mati pun, berdarah-darah nggak ada guna, dibodohin orang, kalau mau semua pejabat harus buktikan hartanya dari mana, pajak yang dia bayar sesuai nggak, biaya hidupnya sesuai nggak, masih tanya aktivis anti korupsi semua pernah nggak ngomong gituan, itu aja saya minta udahlah nggak usah nangis,” tegas Ahok.***

Share this article
Pernyataan lawas Ahok soal kekayaan pejabat kembali viral ditengah kasus penganiayaan Mario Dandy yang merupakan anak dari pejabat pajak.