AYOJAKARTA.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menjelaskan data aliran dana senilai Rp349 triliun dalam sebuah rapat Komisi III DPR RI di Jakarta.
Namun, rapat yang dilaksanakan pada Selasa, 11 April 2023 kemarin itu tiba-tiba terjadi kesalahan teknis yang misterius.
Kesalahan tersebut pertama merubah ruang rapat menjadi penuh tawa.
Saat sedang berbicara, terdengar suara menggema yang membuat Sri Mulyani merasa khawatir karena suara tersebut bukanlah suaranya.
Momen itu diikuti dengan tawa dari seluruh anggota Komisi III DPR RI dan peserta rapat.
"Ada gema ini kayaknya, ini suara saya atau orang lain, Pak?” tanya Sri Mulyani memancing tawa, dikutip dari siaran YouTube DPR RI.
Sri Mulyani pun menyatakan kekhawatirannya terkait suara yang terdengar dari mikrofon di ruang rapat tersebut.
“Saya khawatir gemanya beda nanti, Pak," kata Sri Mulyani berhasil "membungkam" anggota Komisi III DPR RI.
Saat itu, rapat Komisi III DPR RI sedang membahas aliran uang sebesar Rp349 triliun yang merupakan transaksi mencurigakan atau janggal dan melibatkan pegawai Kemenkeu.
Namun, momen tersebut menjadi adegan yang terungkap keren oleh warganet mengingat sosok Sri Mulyani berhasil membuat ruangan penuh tawa menjadi hening seketika.
Banyak netizen yang memberikan reaksi positif dan menganggap momen tersebut sebagai momen yang menarik bagaimana sosok Menteri Keuangan dapat mengendalikan suasana dalam ruang rapat Komisi III DPR RI.
Sri Mulyani sendiri akhirnya berhasil menyelesaikan presentasinya dengan baik setelah masalah teknis tersebut diatasi.
Baca Juga: KOMPAK! Sri Mulyani dan Mahfud MD Satu Suara Hadapi DPR RI: Tidak Ada Beda Data!
Selain itu, ia memberikan kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan dengan data yang dimiliki Menko Polhukam, Mahfud MD terkait transaksi janggal Rp349 triliun.
Hal yang membedakan adalah penyajian data oleh Kementerian Keuangan difokuskan pada transaksi mencurigakan yang melibatkan pegawai di Kemenkeu.
Sementara itu, Komisi III DPR RI, Taufik Basari mendorong untuk melakukan finalisasi angka yang belum diaudit.
"Saya harap ada kesesuaian data, dalam penyajian data, lalu kita kawal, kita dorong, dalam bentuk pansus," kata Taufik Basari.
Untuk mengawasi transaksi mencurigakan senilai Rp349 triliun tersebut, Taufik Basari mengusulkan untuk membentuk pansus.
Pansus tersebut akan bertugas untuk memastikan bahwa transaksi tersebut telah ditindaklanjuti dan bahwa tidak ada lagi transaksi mencurigakan di masa depan.***

Share this article
Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menjelaskan data aliran dana senilai Rp349 triliun dalam sebuah rapat Komisi III DPR RI di Jakarta.