AYOJAKARTA.COM – Beberapa hari ini Jakarta dipenuhi kabut polusi.
Kabut polusi tersebut membuat Jakarta seperti mendung, padahal bukan.
Kabut polusi menyebabkan kualitas udara di Jakarta menjadi buruk sehingga warga memakai masker lagi untuk melindungi dirinya.
Baca Juga: Bisa Bikin Ortu Bangga, Inilah Enam Jurusan Kuliah yang Banyak Dibutuhkan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara
Pada hari Rabu, 16 Agustus 2023, pukul 9.00 WIB, berdasarkan data dari rangking kota langsung situs IQAir, Jakarta menempati peringkat kedua di dunia dengan tingkat polusi udara tertinggi sebesar 158.
Terlihat juga pada angka tersebut ada di dalam kotak berwarna merah yang berarti tingkat polusi udara yang tinggi dan level tidak sehat.
Karena kualitas udara Jakarta buruk ini, berdasarkan Wahyuni (2023) masyarakat yang ada di Jakarta diimbau untuk menggunakan masker.
Penggunaan masker lagi untuk warga Jakarta ini sebagai bentuk perlindungan diri.
Baca Juga: Cara Hapus Data Pribadi di Pinjol Agar Tidak Disalahgunakan, Mudah Bisa Lewat WhatsApp Juga Lho!
Berdasarkan Rahmawati dan Anggraeni (2021) penggunaan masker juga bisa untuk menyaring atau mencegah polusi udara.
Apalagi polusi udara ini memiliki dampak pada kesehatan pernapasan.
Dampaknya adalah pilek, flu, dan bisa juga sesak nafas.
Penggunaan masker bagi warga Jakarta untuk melindungi dirinya dari polusi udara ini merupakan langkah yang tepat.
Warga Jakarta direkomendasikan untuk menggunakan masker saat berjalan kaki di tempat terbuka, tempat umum, kendaraan umum, ketika sakit.
Baca Juga: Intip 4 Fakultas Sepi Peminat di Institut Teknologi Bandung atau ITB, Ada yang Cuman 53 Pendaftar
Sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar, tapi kalau bekerja di kantor, ya saat berada di perjalanan menggunakan masker.
Selain itu penting juga bagi warga Jakarta untuk menjaga imunitas tubuh, minum air putih yang cukup.
Mungkin juga memiliki alat pembersih atau untuk menjaga kelembapan udara di tempat tinggal.
Begitulah informasi ini disampaikan.
Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah Paling Sepi Peminat di Universitas Gadjah Mada, Peringkat 1 dari Teknik
Semoga kualitas udara di Jakarta segera membaik dan warganya bisa kembali menikmati udara segar saat beraktivitas di luar ruangan. ***

Share this article
Kabut polusi menyebabkan kualitas udara di Jakarta menjadi buruk sehingga warga memakai masker lagi untuk melindungi dirinya.