AYOJAKARTA.COM—Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penggantian nama jalan di sejumlah daerah di ibukota dengan nama tokoh Betawi.
Total ada 22 nama jalan di Jakarta berubah nama menjadi nama tokoh betawi. Perubahan nama jalan tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 565 Tahun 2022.
Satu dari banyak jalan tokoh Betawi adalah Entong Gendut, yang namanya diabadikan sebagai pengganti nama Jalan Budaya di Condet, Jakarta Timur.
Baca Juga: KJP Plus Juli 2022 untuk SMP Sudah Cair? Begini Cara Cek Saldo Lewat Aplikasi JakOne Mobile
Lalu siapakah Entong Gendut ini, dan kenapa bisa diabadikan sebagai nama jalan?.
Mengutip Suara.com, Minggu (10/7/2022), Entong Gendut mungkin kalah pamor dengan nama pahlawan lokal lainnya, seperti Si Pitung. Namun, Entong Gendut disebutkan merupakan satu kesatuan dari cerita Si Pitung.
Warga Condet, yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan Entong Gendut, Ama Mahzur mengatakan, sebagai pahlawan yang membela rakyat atas kekejaman rezim kolonial Belanda, Entong Gendut memiliki postur yang tidak begitu gagah.
Postur tubuhnya hanya sekira 160 cm, namun Entong Gendut dikenal sebagai pendekar yang lincah. Ia juga disebut memiliki rambut sedikit ikal, dengan kumis dan jenggot tipis di sekitar bibir.
Baca Juga: Begini Penanganan Jamaah Haji Positif Covid-19 Setibanya dari Arab Saudi!
"Kalau yang pernah saya dapet cerita, dari cicitnya perawakannya gak begitu gagah, gak begitu tinggi. Cuma dijulukin Si Gendut karena agak buncit sedikit," katanya.
Dalam membela rakyat jelata, Entong Gendut sendiri mirip dengan kisah Pitung yakni, membebaskan masyarakat pribumi dari jerat upeti kolonial Belanda, meski tanah itu milik rakyat secara pribadi.
"Di tahun 1900-an itu, ini Condet, Depok sampai Citayem itu kan dikuasai tuan tanah, walaupun penduduk punya tanah sendiri, kebon sendiri, itu harus bayar upeti. Nah Entong Gendut ini memperjuangkan warga condet, bagaimana supaya terlepas dari pungutan upeti tersebut," jelasnya.
Baca Juga: Jadwal Kepulangan Pertama Jemaah Haji Indonesia 15-16 Juli, Catat Ada 12 Kloter !
Entong Gendut, lanjut Ama, juga dikisahkan sebagai bagian dari Pitung. Karena menurut legenda masyarakat Betawi, Pitung merupakan 7 jagoan. Entong Gendut merupakan satu dari ketujuh pendekar Betawi tersebut.
Secara histori, Entong Gendut dulu tinggal di wilayah Condet, atau tepatnya di Jalan Baru Ampar 1. Ia juga tewas ditembak oleh Belanda saat itu disekitaran wilayah tersebut. Entong Gendut ditembak saat hendak menyeberangi kali yang berada di sana.
"Namun, meski dia berbuat baik, yang namanya pengkhianatan pasti ada. Ya bisa dibilang musuh dalam selimut atau menggunting dalam lipatan," ungkapnya.
Entong Gendut tewas akibat ditembak Belanda menggunakan peluru emas. Namun hingga kini makam Entong Gendut tidak pernah ditemukan. Banyak versi yang menyebut, Entong Gendut dimakamkan di berbagai daerah.
Menurut pendapat Ama lebih tepat jika Jalan Entong Gendut disematkan di daerah kediaman dan wafatnya Entong Gendut yakni Jalan Batu Ampar 1. Namun tidak ada salahnya juga Jalan Entong Gendut menggantikan Jalan Budaya, karena masih berada di wilayah Condet. Nah, tak penasaran lagi kan, dengan sejarah pendekar Betawi Entong Gendut ini?. ***

Share this article
Total ada 22 nama jalan di Jakarta berubah nama menjadi nama tokoh betawi, salah satunya Jalan Entong Gendut, siapakah dia?