AYOJAKARTA.COM - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akhirnya mengungkap kejanggalan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi.
Kasus ini berawal dari Putri Candrawathi melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J pada dirinya.
Dugaan pelecehan yang dialami Putri Candrawathi ini terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo, di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Namun, anehnya Putri Candrawathi sempat merubah pengakuannya terkait dugaan pelecehan di Duren Tiga hanya bagian dari skenario Sambo.
Menurutnya, peristiwa pelecehan itu sebenarnya terjadi di Magelang.
Hingga kini, banyak motif yang beredar soal kasus Ferdy Sambo dan Brigadir J, yang juga melibatkan sopir dan ART Kuat Maruf serta istri Sambo, Putri Candrawati.
Namun, yang mesti digarisbawahi, motif sesungguhnya akan diungkap kelak di pengadilan.
Adapun berdasarkan keterangan para tersangka, ada adegan Kuat Maruf melihat Putri Candrawati di kamar mandi dengan kondisi tidak baik-baik saja.
Hal itu terjadi sebelum Putri dan Kuat berada di kamar berdua.
Adapun adegan di kamar tersebut menunjukkan Putri yang meminta agar hal yang menyangkut Brigadir J diselesaikan dengan baik-baik dan tidak ribut.
Lalu, bagaimana adegan sebelum Om Kuat dan Purti berada di kamar?
Ada sosok lain yang ternyata terlibat dalam adegan saat Kuat melihat Putri di kamar mandi dengan kondisi yang tidak normal.
Pengakuan dari sosok Kuat Maruf, sopir pribadi dari Putri Candrawati muncul ke publik mengenai kejadian di Magelang.
Kuat Maruf memiliki pengakuan yang mengisahkan kronologi saat Brigadir J berada di kamar Putri Candrawati.
Sebelumnya, Putri Candrawati mengaku sudah mendapatkan pelecehan seksual oleh Brigadir J saat dirinya berada di Magelang.
Baca Juga: Wejangan Mbah Moen Untuk Pasutri: Lakukan Hal Ini Meski Hanya 1x Saja, Niscaya Anti Miskin
Dilansir dari berbagai sumber, Om Kuwat membuat pengakuan bahwa saat itu ia melihat Brigadir J sedang berdiri di sebuah tangga.
Kemudian, Kuat meminta asisten rumah tangga (ART) berinisial S untuk memeriksa kondisi Putri.
Artikel ini telah tayang di Ayo Bandung dengan judul 'Kuat Maruf Lihat Putri Candrawati di Kamar Mandi, Langsung Bopong ke Kamar Dibantu Sosok Ini'
Ternyata, Putri Candrawathi ditemukan di kamar mandi dalam kondisi tergeletak.
Namun, Kuat Maruf tidak menjelaskna secara rinci perlakuan apa yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawati.
Sebelum kejadian, Brigadir J menangis dengan mendapatkan informasi dari S bahwa ia sempat marah hingga membanting pintu dapurnya.
Kuat tidak begitu menanggapi karena sedang sibuk menelpon di teras rumahnya. Setelehnya, ia menengok ke dalam dari kaca melihat Brigadir J sedang turun tangga.
Ia merasa ada yang mengganjal, kemudian ia meneriaki J dari luar sambil menggedor-gedor kaca.
Kuat mengatakan, Brigadir J berlari ke arah daput yang tembus ke garasi mobil sampai ia berhadapan dengan Kuat Maruf lalu berbalik sambil berlari.
Melihat Putri Candrawati tergeletak di kamar mandi, Kuat Maruf bersama dengan S membopongnya, lalu tak lama J datang kembali.
Brigadir J saat itu terlihat berusaha untuk menjernihkan dan menjelaskan perkara yang melibatkan dirinya.
"Bisa saya jelaskan, Om. Bisa saya jelaskan," kata Kuat menirukan ucapan Yosua.
"Di situ saya emosi. Saya turun. 'Ibu kamu apain?' Tapi Yosua malah berlari ke arah dapur lagi. Di situ kan ada meja makan, saya spontan ambil pisau. Saya kantongi pisau itu dan balik lagi ke atas mengangkat Ibu bareng S. Karena S, kan, perempuan, saya bantu (mengangkat) dari belakang," ucap Kuat.
Kuat Maruf tidak berani untuk bertanya langsung pada majikannya itu mengenai apa yang sudah terjadi kepadanya, ia menyebutkan Putri Candrawati hanya terdiam.
Menurut pengakuannya, Putri bilang bahwa Brigadir J telah berlaku sadis hingga Kuat beri saran atas kejadian tersebut untuk dilaporkan ke suaminya, Ferdy Sambo.
"Setelah saya ngomong seperti itu, Yosua manggil-manggil saya dari bawah sambil menangis, 'Om... Om....' Yosua lalu berdiri di depan kamar. Saya bilang 'tutup' (pintu). Saya takut dia bawa senjata nembak aja," aku Kuat melihat Yosua merengek.
Dari situ, kejadian janggal pun terjadi setelah kehebohan di Magelang. Hingga puncaknya pada 8 Juli 2022 lalu, Yosua dibunuh secara sadis di rumah dinas Ferdy Sambo.
Itu dia pernyataan pengakuan Kuat Maruf membopong Putri Candrawati saat ditemukan tergeletak di kamar mandi.*** (Dina Miladina Dewimulyani/ Ayo Bandung)

Share this article
Ada sosok lain yang ternyata terlibat dalam adegan saat Kuat melihat Putri di kamar mandi dengan kondisi yang tidak normal.